Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BPN Kabupaten Kediri Kejar Target Penuntasan PTSL Dua Tahun

Karen Wibi • Kamis, 12 Oktober 2023 | 16:51 WIB

LEGA: Warga Desa Ngetrep, Mojo menerima sertifikat tanah dari Bupati Hanindhito Himawan Pramana setelah mengikuti program PTSL.
LEGA: Warga Desa Ngetrep, Mojo menerima sertifikat tanah dari Bupati Hanindhito Himawan Pramana setelah mengikuti program PTSL.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kabupaten Kediri terus dikebut. Hingga Oktober ini, sedikitnya ada sekitar 51 ribu sertifikat tanah yang sudah dibagikan kepada masyarakat. Puluhan ribu lainnya harus diselesaikan dalam dua tahun ke depan.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri La Ode Asrafil mengungkapkan, di Kabupaten Kediri ditargetkan ada 84.887 sertifikat tanah PTSL. Dari jumlah itu, baru 51 ribu yang selesai. “Kami targetkan bisa selesai akhir 2024 atau paling lambat awal 2025,” kata Asrafil sembari menyebut realisasi PTSL kini mencapai 61 persen.

Meski masih kurang sekitar 33 ribu, Asrafil optimistis pihaknya bisa menyelesaikan sesuai target. Karenanya, mereka juga melakukan pembagian sertifikat secara bertahap kepada masyarakat. Sehingga, proses distribusi sertifikat yang tercetak segera selesai.

Seperti kemarin, BPN membagikan ratusan sertifikat kepada warga Desa Ngetrep, Mojo bersama Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Tiba sekitar pukul 11.00, mereka langsung menyerahkan sertifikat kepada warga.

Di depan penerima sertifikat, Dhito meminta masyarakat untuk hati-hati menjaga dokumen tanah yang sangat berharga itu. Kalaupun harus jadi jaminan utang atau digadaikan, dia meminta agar pemanfaatan uang bukan untuk hal yang konsumtif. Melainkan, untuk modal kerja atau membuka usaha.

Baca Juga: Aksi Massa di Depan Balai Kota Kediri Ricuh, Ini Cara Pengamanannya saat Pemilu

“Bapak dan ibu tolong hati-hati. Akan banyak ada rentenir yang datang. Jangan sampai digadaikan tapi tidak untuk hal produktif,” pesan bapak dua anak itu.

Pria yang gemar bermain badminton ini menegaskan, pemkab mendukung
percepatan PTSL. Hal itu di antaranya terlihat dari alokasi anggaran yang disiapkan tahun ini. Nilainya sebesar Rp 4 miliar. Jumlah anggaran itu lebih besar dibanding tahun lalu yang hanya Rp 3,5 miliar. “Terus kita kebut. Di tahun 2025 nanti insyallah semuanya telah selesai,” terangnya.

Terpisah, Sumarsih, 63, salah satu warga Ngetrep yang mengurus sertifikat mengaku senang. Sebab, tanahnya kini memiliki dokumen kepemilikan yang sah. Setelah mendapat sertifikat, perempuan tua itu mengaku akan menyimpannya dengan baik. “Belum ada rencana untuk digadaikan atau untuk jaminan meminjam uang,” akunya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ptsl #target #bpn #program