KEDIRI, JP Radar Kediri – Cuaca terik masih akan dirasakan setidaknya hingga bulan depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rata-rata suhu di Jawa Timur mencapai 35 derajat celsius. Masyarakat pun banyak yang merasa kepanasan luar biasa dengan kondisi cuaca saat ini.
Menanggapi hal itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Nganjuk Sumber Harto mengatakan, musim kemarau memang belum beranjak dari Kediri dan sekitarnya. Berdasarkan data dari automatic weather station (AWS), rata-rata suhu di Kediri saat ini berkisar 34-35 derajat celsius.
“Suhu yang dimaksud berbeda dengan suhu yang diukur di lapangan. Itu suhu yang ada di alat. Dengan suhu sekitar 34-35, wilayah Kediri termasuk normal-normal saja,” ujarnya.
Terkait udara yang dirasa sangat panas, menurut Harto itu karena adanya siklus gerak semu matahari. Yang mana menunjukkan matahari bergerak menuju ke selatan melintasi garis katulistiwa. Yang mana juga melintasi wilayah Indonesia.
“Dan mulai Oktober, gerak sudah mulai berubah, sehingga mulai memasuki hujan di November,” tambah Harto.
Kondisi panas itu menurut Harto juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Meski demikian, menurutnya dampak El Nino sudah semakin berkurang. Sebab, puncaknya ada pada Agustus-September lalu.
“Sampai Oktober masih ada cuaca panas. Tapi masih normal. Tidak signifikan hingga termasuk cuaca ekstrem,” urainya.
Masih menurut Harto, secara umum musim kemarau di Jawa Timur saat ini masih di puncaknya. Namun pihaknya memprediksi awan-awan pembentuk hujan akan mulai banyak muncul pada November mendatang. “Sehingga bulan November nanti baru turun hujan. Dalam analisa kami seperti itu,” tandasnya.
Dengan cuaca yang masih kemarau kering ini, ia pun mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya terhadap kemungkinan bencana kebakaran. Sebab, kasus kebakaran paling disebabkan oleh faktor kelalaian atau ketidaksengajaan manusia. Itu karena sangat kecil kemungkinan kebakaran disebabkan oleh faktor alam. Seperti gesekan antarrumput kering atau dahan pohon.
“Terutama bagi perokok kalau di hutan-hutan jangan membuang puntung rokok sembarangan,” imbaunya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah