Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hasil Tes Tekanan, Ada Pipa yang Bocor di SPBU Pertamina di Tempurejo

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 2 Oktober 2023 | 17:59 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri –
Kemungkinan penyebab pencemaran air di sumur-sumur warga Tempurejo, Kecamatan Pesantren mulai mengerucut. Menyusul keluarnya hasil pressure test pada tangki dan pipa di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tempurejo. Hasilnya, ada penurunan tekanan saat pengujian yang terjadi di salah satu pipa.

Artinya? “Ada kebocoran di (salah satu) pipa,” terang anggota DPRD Kota Kediri Ashari kemarin.

Kendati demikian, wakil Ketua Komisi C ini belum mengetahui pipa apa yang mengalami kebocoran. Begitupun juga dengan seberapa besar tingkat kebocoran tersebut. Dan, apakah memang kebocoran pipa itu yang mengakibatkan pencemaran air pada sumur 14 kepala keluarga (KK).

“Ini menjadi kewenangan dari pihak Pertamina untuk menjelaskan atau dinas terkait,” ucap Ashari.

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui hasil dari pengujian yang dilakukan. Karena tidak semua orang paham dengan pengujian yang dilakukan meskipun menyaksikan secara langsung.

Ashari melanjutkan, dia telah mendengar sudah ada pertemuan antara warga dengan pihak pengelola SPBU. Menurutnya, hal itu menjadi pertanda baik. Menandakan bahwa hubungan antara warga dan pihak SPBU terjaga. Sehingga, dia berharap, penyelesaian kasus pencemaran air yang saat ini terjadi bisa segera dituntaskan.

Terpisah, Lurah Tempurejo Oryza Mahendrajaya juga mengatakan ada penurunan tekanan saat pengujian pada salah satu pipa. Tetapi, dia tidak paham apakah penurunan itu masih dalam batas yang ditoleransi.

“Kami belum dijelaskan dari adanya penurunan tekanan tersebut,” akunya sembari mengarahkan agar menanyakan ke Pertamina langsung.

Sementara, Section Head Communication and Relation Pertamina Patraniaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan belum memberikan penjelasan terkait hasil tes pengujian tersebut. Namun, pihaknya akan memberikan konfirmasi resminya pada hari ini, pukul 10.00, di kantor Kelurahan Tempurejo.

“Besok kami sampaikan,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya ada 14 KK warga di Kelurahan Tempurejo, Pesantren yang sumurnya tercemar polutan mirip minyak. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Kediri menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan serangkaian penelitian.

Dari hasil uji hidrokarbon yang terbaru, didapati fakta sampel air yang berwarna kehitaman di sumur Sulastri mengandung zat total petroleum hydrocarbon (TPH) sangat tinggi. Yakni, mencapai 187.360 miligram (mg). Hasil itu lebih tinggi dibanding pengujian dari sampel yang diambil awal September lalu. Artinya, kandungan minyak bumi atau produk turunannya di air sumur warga Tempurejo, Pesantren, sangat tinggi. Selain itu juga dilakukan pressure test pada tangki dan pipa di SPBU Tempurejo. Pengujian ini berlangsung Sabtu (30/9).

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pencemaran #minyak #spbu #air tercemar