Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lipsus Angkutan Kota di Kediri: Bus Satria Bagus, Harusnya dari Dulu

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 2 Oktober 2023 | 17:47 WIB

Photo
Photo

Pamor angkot kian terkikis, Pemkot Kediri kini beralih ke moda transportasi massal baru. Bus rintisan yang diberi nama Sarana Transportasi Kediri Bahagia (Satria) itu hadir di tengah absennya angkutan kota saat ini. Bahkan, di masa ‘percobaan’ ini, bus tersebut gratis bagi siapa saja.

Namun begitu, tak sedikit masyarakat yang mengkritisi kebijakan baru tersebut. Selain pengemudi angkutan umum yang merasa ‘tersaingi’ dengan transportasi gratis itu, ada juga yang merasa lahirnya kebijakan itu ‘terlambat’. Sebab, minimnya transportasi dalam kota beberapa tahun ke belakang secara organik memaksa masyarakat beralih ke kendaraan pribadi dan transportasi online.

“Bus Satria itu sangat bagus. Cuma untuk Kota Kediri memang seharusnya sudah dari kemarin-kemarin diadakan. Karena kota-kota lain di Jawa Timur sudah mulai (menghadirkan transportasi umum). Seperti di Mojokerto dan Surabaya itu sudah ada jalurnya sendiri. Jadi enak,” ujar salah satu penggemar transportasi publik Lukas Gelar Novendra.

Pria yang juga anggota Komunitas Bus Mania Kota Kediri itu menambahkan, pemerintah masih harus meningkatkan kualitas dan cakupan transportasi publik tersebut. Salah satunya, menambahkan rute agar bisa semakin luas menjangkau masyarakat.

“Untuk awal ini sudah bagus. Cuma rute dan unitnya mungkin perlu ditambah. Paling tidak bisa mengjangkau sampai ke perbatasan kabupaten dan kota,” imbuh warga Kecamatan Mojoroto itu.

Menurutnya, aspek kemudahan akses jadi kunci bertahan atau tidaknya transportasi publik. Selain mempermudah mobilitas dalam kota, angkutan kota juga harus bisa jadi ‘pengumpan’ bagi angkutan antarkota hingga antarprovinsi lainnya. Sehingga, jam operasionalnya pun perlu dimaksimalkan dengan menyesuaikan angkuta AKDP maupun AKAP yang melintas di Kota Kediri.

“Terutama saat akhir pekan, biasanya orang yang kerja di luar kota itu sampainya malam. Jadi kalau bisa, di jam-jam itu ada angkutan umum yang ke tengah kota. Pasti sangat membantu karena tarifnya pasti lebih murah dibandingkan dengan ojek atau taksi online,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur menekankan, program angkutan umum rintisan itu memang ditujukan sebagai transportasi pengumpan. Meski, jangkauan dan unitnya saat ini masih terbatas.

“Pemerintah mencoba membuat rintisan. Bukan menjadi pesaing, tetapi bisa menjadi pengumpan. Misal orang yang mau ke Klotok, turun di Sukorame lalu meneruskan perjalanan menggunakan ojek online bisa ke Klotok. Becak juga bisa. Ini justru bisa berkolaborasi,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#angkutan kota #bis #lipsus #Terkikis