Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Akses Jalan Penunjang Bandara Kediri Belum Ada Marka, Ini Penjelasan Pemprov Jatim

Karen Wibi • Senin, 2 Oktober 2023 | 16:35 WIB
LEBIH LEBAR: Warga melintas di Jl P.B Sudirman yang menjadi akses ke tol. Pengecoran jalan Banyakan-Bolawen itu kemarin sudah sepenuhnya selesai.
LEBIH LEBAR: Warga melintas di Jl P.B Sudirman yang menjadi akses ke tol. Pengecoran jalan Banyakan-Bolawen itu kemarin sudah sepenuhnya selesai.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Jelang first landing Bandara Internasional Dhoho yang dijadwalkan pada November nanti, sejumlah infrastruktur pendukung sudah hampir rampung. Termasuk Jl Raya Banyakan-Bolawen dan Jl Raya Kediri-Nganjuk yang digarap Pemprov Jatim. Sayangnya, di dua ruas tersebut belum ada markanya yang membuat pengendara kebingungan.

Seperti diungkapkan oleh Sutarmi, 55. Warga Desa Maron, Banyakan itu mengaku kebingungan saat melewati Jl Kediri-Nganjuk yang baru saja dilebarkan. Sebab, di sana belumj ada markanya. “Kebingungan. Terutama kalau berhenti di perempatan Pasar Banyakan,” keluh Sutarmi.

Keberadaan marka jalan menurutnya sangat penting. Terutama untuk menentukan posisi kendaraannya harus di sisi mana. Dengan belum adanya marka membuat dia hanya bisa mengira-ngira.

Karenanya, Sutarmi berharap marka jalan di aspal tersebut bisa segera dipasang. Sehingga, pengendara tidak lagi kesulitan saat berkendara di ruas yang relatif ramai pada jam-jam tertentu itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jatim-Bali Kementerian PUPR Satiya Wardhana yang dikonfirmasi tentang belum adanya marka di Jl Raya Kediri-Nganjuk membenarkannya. Menurut Satiya, pemasangan marka di lokasi tersebut adalah wewenang dari PUPR Jatim. “Marka jalan tidak bisa langsung dipasang,” ucapnya.

Sesuai timeline, proses pengecetan marka baru bisa dilakukan di akhir masa pengerjaan proyek. Rekanan menurutnya harus melihat umur aspal lebih dulu. Jika dipaksakan dicat di awal, Satiya menyebut cat marka jalan itu kemungkinan besar akan luntur. “Karena aspal itu ada umurnya. Paling tidak harus tiga bulan dulu baru kering dan bisa dicat untuk marka,” terangnya.

Selain itu, pengecetan marka baru bisa dilakukan setelah seluruh pelebaran jalan rampung dilakukan. Hingga kemarin menurutnya masih ada beberapa ruas yang sedang dalam pengerjaan. “Di akhir kontrak semuanya akan rampung,” jelas Satiya tentang deadline proyek pada Desember nanti.

Untuk diketahui, selain Jl Kediri-Nganjuk yang pengerjaannya hampir rampung, pengecoran Jl Raya Banyakan-Bolawen juga sudah selesai. Demikian juga Jembatan Jatirejo dan jalan sepanjang 500 meter yang menjadi tanggunggan pemrakarsa Tol Kediri-Tulungagung. “Semuanya sudah selesai. Rekanan tinggal melakukan finishing,” jelas Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama.

Seperti halnya Jl Kediri-Nganjuk, Irwan menyebut pihaknya juga belum memasang marka di jalan beton itu. Alasannya, rekanan masih harus melakukan finishing. Marka jalan menurutnya akan dipasang setelah tahap finishing selesai.

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah