Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cek Kebocoran, Pertamina Lakukan Pressure Test di SPBU Tempurejo Kota Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 29 September 2023 | 16:46 WIB

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri–Belasan warga korban pencemaran air sumur di Kota Kediri agaknya masih harus bersabar untuk mengetahui pasti sumber polutan di lingkungan mereka. Pasalnya, hingga kemarin rangkaian pengujian masih terus dilakukan. Setelah mengambil sampel air untuk uji hidrokarbon Senin (25/9) lalu, kemarin Pertamina ganti melakukan pressure test.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di SPBU Pertamina 5464135, tim melakukan pengujian pukul 13.00. Tes disaksikan oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, ketua RT, lurah, serta perwakilan warga. “Ini tadi baru tangki pertalite yang diisi air. Katanya kemudian ditekan dengan hydrostatic pressure,” ujar Ketua RT 05/II Kelurahan Tempurejo Abdullah Mubaraq.

Menurut Abdullah, untuk mengetes ada atau tidaknya kebocoran, petugas memberi tekanan sebesar dua bar. Selanjutnya, hasil tes akan diketahui paling cepat empat jam kemudian. “Kemarin (rencana Selasa lalu, Red) maunya empat bar. Tapi karena kondisi lapangan seperti umur tangki, jadinya hanya dua bar,” lanjutnya.

Untuk diketahui, sebelum melakukan pressure test, petugas lebih dulu membersihkan tangki pendam. Termasuk, komponen-komponen di sekitar tangki yang juga dibongkar dan dibersihkan.
“Tekanan air dalam tangki itu dua bar. Tadi kelihatan dari jarum penunjuk di alat ukurnya. Kalau itu nanti berkurang, berarti ada kemungkinan kebocoran. Dan saat dibuka, muka airnya turun,” urainya menirukan penjelasan tentang teknis pengujian.

Baca Juga: Tenggat Waktu Bongkar Pasang Bacaleg di Kediri Tinggal Sebentar, Ini Deadline-nya

Rencananya, pressure test akan dilakukan terhadap tiga tangki pendam. Jika kemarin baru tangki pertalite, tes serupa akan dilakukan untuk dua tangki lainnya. Yakni yang berisi solar dan pertamax.

“Infonya pengujian ini hanya untuk melihat dugaan kebocoran dari dalam tangki itu saja. Masih ada dua tangki pendam dan tiga pipa,” terangnya.

Sebelumnya, Section Head Communication and Relation Pertamina Patraniaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan menjelaskan, saat ini pihaknya bersama peneliti independen tengah melakukan serangkaian tes. Tujuannya untuk menyempurnakan tes terhadap sampel air yang diambil pertengahan Agustus lalu. Dia mengklaim tidak ada kandungan benzene, minyak, dan lemak pada sampel air.

Meski begitu, menurutnya pihaknya tetap melakukan tes hidrokarbon dan pressure test atas permintaan warga. Waktu pengujian pun menurutnya paling cepat bisa selesai dalam 14 hari. Sehingga, ia meminta warga untuk bersabar menunggu hasil pengetesan.

Baca Juga: Warga Serbu Operasi Pasar Pemkab Kediri dan Bulog, Hanya 3 Jam Beras Murah Ludes

Seperti diberitakan, sedikitnya ada 14 KK warga di Kelurahan Tempurejo, Pesantren yang sumurnya tercemar polutan mirip minyak. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Kediri menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan serangkaian penelitian.

Dari hasil uji hidrokarbon yang terbaru, didapati fakta sampel air yang berwarna kehitaman di sumur Sulastri mengandung zat total petroleum hydrocarbon (TPH) sangat tinggi. Yakni, mencapai 187.360 miligram (mg). Hasil itu lebih tinggi dibanding pengujian dari sampel yang diambil awal September lalu. Artinya, kandungan minyak bumi atau produk turunannya di air sumur warga Tempurejo, Pesantren, sangat tinggi.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pencemaran #minyak #spbu #air tercemar