KEDIRI, JP Radar Kediri – Kasus bayi yang dibuang di bantaran sungai Brantas di Kelurahan Bandarlor Kecamatan Mojoroto memasuki babak baru. Kemarin, bayi malang tersebut dilarikan ke luar kota. Dia diserahkan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Sidoarjo, Jatim.
Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri kepada pihak LKSA. Serah terima dilakukan di ruang neonatal intensive care unit (NICU) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri sekitar pukul 12.30 WIB. Notabene, bayi tersebut telah dirawat di sana sejak 16 – 25 September 2023.
“Kondisi (bayi, red) hingga hari ini sudah sangat baik dan sangat sehat,” ujar Kepala Dinsos Kota Kediri Paulus Luhur Budi.
Menurut Paulus, perawatan dan penanganan bayi tersebut akan lebih maksimal di sana. Dia mengatakan,setiap orang yang ingin mengadopsi bisa langsung menghubungi LKSA. Di sana, warga akan mendapat informasi lengkap mengenai prosedur dan alur. Untuk diketahui, LKSA merupakan lembaga yang sah dalam merawat bayi yang dibuang.
“Ada yang telfon, whatsapp kepada saya ada beberapa yang menanyakan bayi ini,” kata Paulus.
Hingga bayi diserahkan kemarin, pelaku pembuang bayi belum juga terungkap. Pihaknya mengaku belum mendapat informasi pelaku dari pihak kepolisian. Pun belum ada orang yang datang untuk mengaku sebagai orang tua bayi.
Kemudian, Paulus mengaku bahwa kasus pembuangan bayi ini adalah yang pertama kali sejak awal 2023. Dirinya pun berharap kasus seperti ini tak terjadi lagi. Selain itu juga meminta agar masyarakat selalu menjaga anggota keluarganya dengan baik.
“Bayi yang seharusnya kita hidupi, kita makmurkan, justru dibuang. Itu jangan,” tuturnya sembari menyebut di Kota Kediri masih banyak kasus orang terlantar.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama menyatakan bahwa pelaku pembuang bayi belum terungkap. Sebelumnya, dia menjelaskan sudah ada tiga Closed Circuit Television (CCTV) yang diperiksa. Sayangnya, belum ada tanda-tanda dari pelaku.
“Belum (terungkap pelaku, red). Posisi bayi sudah kami serah terimakan dengan dinsos,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, terjadi aksi pembuangan bayi di Kelurahan Bandarlor Kecamatan Mojoroto pada Sabtu (16/9) lalu. Bayi laki-laki tersebut dibungkus dengan kresek hitam yang ketika itu kondisinya dikerubungi semut. Selain itu tubuhnya juga masih masih basah karena air ketuban. Diduga, bayi dibuang dua jam setelah dilahirkan.
Penemuan bayi itu bermula saat dua orang warga Agus Nanang Sugiarto, 45, dan Toni Aprianto, 27, hendak memancing di pinggiran Sungai Brantas. Namun, saat itu mereka mendengar suara tangisan bayi. Keduanya dan salah satu pemancing lainnya pun mencari sumber suara. Hingga akhirnya, mereka melihat kresek hitam mencurigakan di dekat pepohonan pisang. Mereka pun kemudian memanggil warga lainnya lalu membuka kresek tersebut. Betapa terkejutnya warga saat mengetahui isi dalam kresek adalah seorang bayi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah