KEDIRI, JP Radar Kediri–Selain pengujian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Polres Kediri Kota juga melanjutkan penyelidikan kasus pencemaran air sumur warga Kota Kediri. Yang terbaru, korps baju cokelat memanggil pemilik SPBU Pertamina 5464135.
Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama mengungkapkan, sebelumnya penyidik memang memanggil dua orang dari SPBU Pertamina. Tetapi hanya satu perwakilan yang hadir.
“Sudah kami panggil lagi (owner SPBU, Red), tapi saat ini masih belum hadir,” ujar pria yang akrab disapa Nova itu.
Keterangan pemilik SPBU menurut Nova diperlukan penyidik. Mereka akan menggali berbagai hal. Mulai operasional SPBU, tahap perawatan tangka-tangki, dan mekanisme operasional lainnya.
Baca Juga: Kontraktor Lakukan Uji Beban Jembatan Alun-Alun Bandar Kota Kediri, Ini Tujuannya
Selebihnya, penyidik juga masih menunggu hasil uji laboratorium. Hingga kemarin menurutnya polisi masih belum mendapat penjelasan dari data-data hasil tes. “Masih dibaca hasilnya sama ahli,” lanjut Nova ditemui di ruangannya kemarin.
Sebelumnya Nova menyebut ada dua sampel yang diuji. Pertama, sampel air pada saat kasus pencemaran mencuat pertengahan Agustus lalu. Kedua, sampel air yang diambil setelah sumur warga berubah warna menjadi cokelat kehitaman pada September (9/9). Salah satunya di rumah Sulastri, 58.
Sementara itu, selain penyelidikan Satreskrim Polres Kediri Kota, kemarin SPBU Pertamina 5464135 membersihkan tangki pendam bahan bakar minyak (BBM). Pembersihan tangki oleh tiga petugas itu dimulai sekitar pukul 14.00 kemarin. Prosesnya disaksikan oleh pihak rukun tetangga (RT), lurah, dan perwakilan warga.
Sebelum membersihkan tangki, lebih dulu mereka membersihkan gas di sana. “Ini katanya gas test sebelum pembersihan tangki. Untuk mengeluarkan gasnya. Jadi ketika dimasuki orang sudah aman,” terang Ketua RT 05/II Abdullah Mubaraq saat ditemui di lokasi.
Baca Juga: Pembangunan Alun-Alun Kota Kediri Harus Selesai Oktober 2023, Ini Progresnya Sekarang
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di SPBU Tempurejo kemarin, proses gas test dimulai pukul 14.30. Tahapan itu dilakukan oleh tiga pekerja dari PT Maunah Jaya Sentosa. Mereka adalah rekanan yang ditunjuk untuk melakukan tank cleaning di sana.
Lebih jauh Abdullah menjelaskan, prosedur pembersihan tangki itu dilakukan dalam sehari. Setelah dipastikan tidak ada gas, petugas harus melanjutkan ke tahap selanjutnya. Yakni, pembersihan tangki pendam.
“Untuk tank cleaning-nya katanya langsung. Jadi dibuka dulu, baru dibersihkan,” imbuh Abdullah sembari menyebut prosedur itu salah satunya bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya kebocoran yang diduga jadi penyebab pencemaran air tanah di lingkungan tersebut.
Informasi yang dihimpun koran ini di lapangan, petugas melakukan pembersihan terhadap tiga tangki pendam. Yakni, tangki solar, pertalite, dan pertamax. Sebelum membersihkan tangki, lebih dulu dilakukan pembongkaran pada sejumlah komponen.
Baca Juga: Hore! Formasi PPPK di Kediri Raya Dibuka Lagi, Ini Jumlah yang Dibutuhkan Pemkot dan Pemkab
Di antaranya, lubang pipa tempat pengisian minyak, lubang atau pipa hawa, pipa penjualan dan pompa hisap, serta control automatic tank gauge (ATG) di setiap item.
Pembersihan tangki juga dilakukan bergantian. Tangki solar dibersihkan paling awal. Dilanjutkan dengan tangki pendam pertalite. Kemudian tangki pendam pertamax yang mulai dibersihkan sekitar pukul 17.00 kemarin.
Selain prosedur pembersihan tangki oleh Pertamina, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri juga mengambil sampel air lagi. Menurut Abdullah, pengambilan sampel air terbaru itu bertujuan sebagai pembanding.
“Bilangnya untuk pembanding. Katanya mau dikirim ke ITS juga. Untuk pembanding dengan sampel yang sudah diambil di awal-awal dulu,” beber Abdullah sembari menyebut tim DLHKP mengambil sampel air dari tiga sumur. Yaitu di sumur milik Semi, Sugiyono, dan Sutiyah.
Baca Juga: Satgas Pangan Buru Penjual Beras Nakal di Kabupaten Kediri
Terkait kondisi pencemaran air di 14 sumur warga Kelurahan Tempurejo, menurut Abdullah setelah tangki SPBU dikosongkan kini sudah semakin berkurang. Hal yang sama juga diakui oleh warga terdampak. “Seperti di rumah Agiono dan Sutiyah itu sudah berkurang banyak baunya. Bahkan hampir tidak berbau. Kalau yang dulu paling parah seperti rumah Semi itu masih ada baunya. Tapi nggak separah dulu,” tandasnya.
Seperti diberitakan, setidaknya ada 14 sumur warga di Kelurahan Tempurejo, Pesantren yang tercemar polutan mirip minyak sejak pertengahan Agustus lalu. Ada pula yang sudah tercemar sejak awal Agustus. Bahkan, pada 9 September lalu sumur warga berubah warna menjadi kehitaman dan ada lapisan mirip minyak di bagian atas. Saat polutan disulut juga langsung terbakar.
Merespons hal tersebut, Pemkot Kediri mengintensifkan pengujian dengan menggandeng ITS Surabaya. Sedangkan Pertamina memilih menutup SPBU dan mengosongkan tiga tangka BBM-nya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah