Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cegah Banjir, Dinas PUPR Kota Kediri Normalisasi Kali Kedak

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 19 September 2023 | 17:01 WIB
NORMALISASI: Pekerja mengeruk sedimen yang ada di Kali Kedak Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto menggunakan alat berat. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut pemerhati lingkungan.
NORMALISASI: Pekerja mengeruk sedimen yang ada di Kali Kedak Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto menggunakan alat berat. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut pemerhati lingkungan.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Persoalan sedimentasi di Kali Kedak Kota Kediri akhirnya mendapatkan respon pemkot. Kemarin, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri melakukan normalisasi kali yang berada di Kelurahan Bujel Gang II, Mojoroto itu.

Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Kabid Sumber Daya Air Meri Oktavia mengatakan, normalisasi dilakukan lantaran sedimentasi sudah terlalu tebal.

“Normalisasi Kali Kedak Bujel ini salah satunya sebagai tindak lanjut dari kegiatan hari sungai lalu. Menindaklanjuti usulan dari pemerhati lingkungan,” ujar Meri.

Kegiatan pembersihan sungai yang sudah berlangsung sejak Selasa (12/9) lalu itu harus dilakukan dengan alat berat ekskavator. Sebab, tebalnya sedimen di sana menurut Meri tidak memungkinkan jika harus dibersihkan secara manual. Sehingga harus menggunakan alat berat.

“Kita menggunakan ekskavator untuk mempermudah pelaksanaan pengedukan sedimennya,” tuturnya.

Selain bertujuan untuk menormalkan kembali aliran sungai, kegiatan itu juga bertujuan untuk meningkatkan daya tampung sungai. Saat curah hujan tinggi, sungai tersebut sering mendapat limpahan air dengan volume besar dari lereng Wilis.

“Tujuan akhir sama. Supaya sungai kembali normal, bersih, daya tampung meningkat. Sehingga air dapat mengalir lancar,” tandasnya.

Tercatat, ada satu unit alat berat diterjunkan untuk normalisasi tersebut. Timbunan tanah di aliran sepanjang tak lebih dari seratus meter. Di sana, ketinggian sedimen hampir setara dengan daratan.

Terpisah, pemerhati lingkungan Endang Pertiwi mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab menurutnya jika tidak dinormalisasi, Kali Kedak rawan meluap saat mendapat limpahan air dari hulu. Belum lagi sampah yang banyak ditemui di sungai turut meningkatkan peluang sungai ini meluap saat musim penghujan.

“Karena akhir-akhir ini curah hujan kemarin itu tinggi, jadi volume air dari atas itu tinggi. Belum lagi kemarin juga sempat ada plengseng sungai yang rusak karena arus air yang tinggi,” tandas Endang.

Ketua pemerhati lingkungan Yayasan Hijau Daun Kediri itu mengatakan, tingginya sedimen itu juga berpotensi merusak fondasi plengsengan sungai. “Itu kalau tidak dinormalisasi, akan merusak plengseng yang kiri. Karena airnya akan ke situ semua. Itu kalau airnya kecil. Kalau air bah, pasti nanti naik airnya karena gundukan yang dinormalisasi itu kan sangat tinggi,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#banjir #Normalisasi #dinas pupr