Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Badan Pangan Nasional Turun Tangan Atasi Beras Mahal di Kediri

Karen Wibi • Kamis, 14 September 2023 | 17:09 WIB

 

LUDES: Operasi pasar murah mengatasi harga beras berlangsung di Kelurahan Mrican kemarin. Operasi pasar di Kota Kediri selesai sementara.
LUDES: Operasi pasar murah mengatasi harga beras berlangsung di Kelurahan Mrican kemarin. Operasi pasar di Kota Kediri selesai sementara.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Berbagai macam cara dilakukan untuk menekan kenaikan harga beras di Kediri Raya. Bahkan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) sampai turun tangan. Mereka akan menggerojok 123 ton beras untuk warga miskin di Bumi Panjalu.

“Bantuan beras akan mulai disalurkan pada bulan ini,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan Distribusi dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Arba’i.

Dia mengatakan penyaluran beras oleh Bapanas hanya akan menyasar beberapa kalangan. Pemberian beras secara cuma-cuma itu tak bisa sembarang dibagikan kepada masyarakat umum. Namun hanya kepada penerima yang terdaftar sebagai warga miskin.

Ratusan ton beras tersebut akan disalurkan kepada 123.817 warga miskin di Kabupaten Kediri. Dengan proses penyaluran yang dibagi ke dalam tiga tahap. Yaitu di bulan September, Oktober, dan November.

“Satu warga miskin nantinya akan mendapat beras gratis sebanyak 10 kilogram (kg),” tuturnya.

Lebih lanjut, Arba’i menyebut jika penyaluran ini juga sebagai upaya untuk menekan harga beras. Karena sesuai target, dia mengatakan jika pemerintah berupaya menurunkan harga beras sebelum natal dan tahun baru (nataru). “Jadi saat ini kita sedang fokus untuk menurunkan harga beras,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Pruwaningsih. Dia menyebut jika Pemkab juga terus melakukan upaya untuk menekan harga beras. Hari ini pihaknya akan kembali menggelar operasi pasar murah. Rencananya pasar murah akan digelar di Kecamatan Badas pukul 08.00 WIB.

Dalam pasar murah tersebut, Pemkab dan Bulog akan menyediakan 8 ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Dengan harga tiap kemasannya adalah Rp 52 ribu per 5 kilogram. Selain di Kecamatan Badas, operasi pasar murah rencananya juga akan dilakukan di tempat lain.

September ini, operasi pasar murah akan kembali digelar di Kecamatan Pare dan Kecamatan Grogol dalam waktu dekat. “Kami terus upayakan untuk menekan harga beras di Kabupaten Kediri,” terang Tutik.

Terpisah, Wakil Pemimpin Bulog Kediri Estu Rahmaningtyas mengatakan akan lebih melakukan pengetatan pada penjualan beras SPHP. Termasuk yang berada di operasi pasar murah. Karena diketahui, petugas sering menemukan warga yang membeli lebih dari dua kemasan beras.

Pengetatan itu juga sebagai upaya agar warga tak mengambil keuntungan dengan diadakannya operasi pasar. Karena Selasa lalu (12/9), saat sidak dengan Satgas Pangan Kabupaten Kediri, Estu menemukan pedagang yang menjual ecer beras SPHP dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Akan lebih kita ketati, jika ada warga yang bolak-balik membeli akan kita stop,” tegasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #Bapanas #badan pangan nasional #beras