Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pencemaran Air di Tempurejo Makin Parah, Ini Permintaan Wali Kota Kediri ke Pertamina

Anwar Bahar Basalamah • Minggu, 10 September 2023 | 17:35 WIB
MENYENGAT: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mencium bau air yang tercemar di Tempurejo.
MENYENGAT: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mencium bau air yang tercemar di Tempurejo.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Sulastri, 58, tergopoh-gopoh. Niatnya untuk mandi sekitar pukul 08.00 kemarin diurungkan. Sebagai gantinya, dia langsung berlari ke rumah ketua RT yang jaraknya tak sampai 100 meter. Di sana dia langsung melaporkan kondisi air sumurnya yang mengeluarkan bau semakin menyengat. Air yang semula berwarna bening itu kemarin juga tertutup zat berwarna cokelat kehitaman mirip minyak.

“Saya ndredek, makanya langsung lari ke rumah RT,” kata Sulastri, warga Kelurahan Tempurejo, Pesantren, menceritakan kembali kekagetannya saat melihat warna air sumurnya berubah. Disertai bau mirip minyak yang semakin menyengat.

Lebih jauh Sulastri mengungkapkan, bau mirip minyak yang kian menyengat muncul sejak Jumat (08/9) sore. Saat dia masuk ke kamar mandi, bau tersebut serasa menusuk hidung. “Warnanya juga mulai butek (keruh, Red) tapi nggak hitam,” lanjut Sulastri tentang kondisi air di rumahnya Jumat sore lalu.

Rupanya, kemarin pagi kondisinya semakin parah. Bau mirip minyak tercium sangat menyengat. Setelah ditelisik, ternyata sumbernya dari sumur. Dia pun langsung membuka penutup sumur.

Saat itu diketahui jika warna air sumur sudah berubah menjadi cokelat kehitaman. Hal tersebut membuat dia panik dan melapor ke RT. Beberapa saat kemudian ketua RT dan Lurah Tempurejo Oryza Mahendrajaya langsung mendatangi lokasi.

Mereka menguji zat yang terlarut itu dengan menyulutnya memakai korek api. Hasilnya, zat tersebut langsung terbakar. “Ini berbau minyak dan ada minyaknya juga. Tapi sumbernya dari mana juga belum tahu,” kata Ketua RT 05/II Kelurahan Tempurejo Abdullah Mubarak.

Tak berselang lama, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri dan Dinas Kesehatan Kota Kediri juga datang ke lokasi. Mereka mengambil sampel air dan dimasukkan ke dalam botol-botol untuk diuji lebih lanjut.

Dengan kadar pencemaran yang semakin tinggi dan hasil pengujian hidrokarbon itu, Abu mendorong Pertamina agar segera bergerak. “Karena di sekitar Pertamina ada bocoran petroleum hidrokarbon. Mereka harus ngecek juga apakah kebocorannya dari pom bensin atau tidak,” pinta Abu sembari menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan ITS untuk mencari zat polutan serta sumber pencemaran.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan untuk mencari sumber cemaran, Abu menyebut Pemkot Kediri akan terus memberi bantuan air bersih lewat tandon yang dipasang di rumah warga. Dia meminta warga terdampak menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk mandi, memasak, dan air minum.

Seperti diberitakan, sedikitnya ada 14 KK warga di Kelurahan Tempurejo, Pesantren yang air sumurnya berbau menyengat mirip bensin. Keluhan tersebut sudah dirasakan lebih dari sebulan lalu. Semi, 52, yang rumahnya paling dekat dengan SPBU Pertamina, merupakan salah satu warga yang pertama kali melaporkan bau menyengat airnya.

Tim DLHKP dan Dinkes Kota Kediri lantas mengambil beberapa sampel air untuk diuji di laboratorium. Terakhir, Pemkot Kediri menggandeng peneliti dari Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) untuk tes hidrokarbon. Tujuannya, untuk mencari kandungan minyak yang diduga sebagai zat polutan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pencemaran #sumur #pencemaran air