Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Operasi Pasar di Ngancar Kabupaten Kediri Dipadati Warga, Delapan Ton Beras Ludes

Karen Wibi • Selasa, 5 September 2023 | 17:52 WIB

 

MURAH: Sejumlah pekerja menurunkan paket beras murah seberat lima kilogram dalam OP di Desa/Kecamatan Ngancar kemarin.
MURAH: Sejumlah pekerja menurunkan paket beras murah seberat lima kilogram dalam OP di Desa/Kecamatan Ngancar kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Harga beras yang terus melambung membuat beras murah jadi buruan. Setidaknya itu terlihat dari operasi pasar (OP) yang digelar dinas perdagangan di Balai Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar kemarin. Sebanyak delapan ton beras langsung habis dalam waktu sekitar 1,5 jam.

OP dimulai pukul 08.00. Sekitar pukul 09.30, sebanyak 1.600 paket beras itu langsung habis. Tiap orang yang berkumpul di sana membawa pulang beras seberat lima kilogram, dengan harga Rp 52 ribu.

Harga sebesar Rp 10.400 per kilogram (kg) itu jauh lebih murah dibanding harga pasaran. Di pasaran, beras kualitas medium di jual Rp 12 ribu kg atau lebih mahal Rp 1.600 per kg dari OP. Adapun kualitas premium sudah menembus Rp 13.500 per kg. 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengungkapkan, OP di Kecamatan Ngancar kemarin merupakan kali ketiga. Sebelumnya, mereka sudah menggelar OP yang sama di Kecamatan Kayenkidul dan Kecamatan Pagu minggu lalu. “Sampai saat ini harga beras masih terus meningkat,” kata Tutik tentang alasan pelaksanaan OP.

Apakah ke depan pemkab masih akan menggelar OP? Tutik mengaku belum bisa memastikan. Sebab, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Perum Bulog. Meski demikian, di luar OP dia menyebut pemkab akan terus berupaya untuk menekan kenaikan harga beras. Baik melalui OP atau upaya lainnya. “Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menekan harga beras agar tak terus naik,” tandasnya.

Terpisah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut dirinya juga terus mencari solusi dari naiknya harga beras di Kabupaten Kediri. Salah satunya berkoordinasi dengan Bulog terkait ketersediaan beras di lapangan. “Kami terus upayakan agar kenaikan harga beras ini tidak membebani masyarakat Kabupaten Kediri. Kita tunggu saja,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Anang Widodo menyebut jika jumlah stok gabah kering di Kabupaten Kediri masih aman. Sebab, di bulan Juli lalu, Kabupaten Kediri baru saja mengalami panen raya beras. Dengan jumlah total beras yang dipanen mencapai 26.965 ton.

Dia menengarai peningkatan harga beras bukan terjadi karena stok yang langka. Melainkan karena kenaikan harga gabah akibat biaya produksi yang terus meningkat. “Harga gabah juga sedang naik hingga seribu rupiah. Kemungkinan terjadi karena biaya produksi yang naik,” tegasnya.

Seperti diberitakan, selain OP yang dilakukan di sejumlah daerah, Perum Bulog Kediri total sudah menggelontor beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Sejak 1 Januari hingga 29 Agustus lalu, jumlahnya mencapai 4.279 ton. Khusus Agustus ini, total ada 269 ton beras yang dibagikan.

Meski demikian, gelontoran beras itu agaknya belum bisa menekan harga. Hingga kemarin, harga beras masih jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.  

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sembako #beras #operasi pasar