KEDIRI, JP Radar Kediri – Petani cabai di Kabupaten Kediri tengah dilanda kegalauan. Pertumbuhan tanaman cabai mereka tidak bisa maksimal. Diduga, hal ini terjadi karena terserang virus. Ciri-cirinya daun cabai tersebut ujungnya menguning.
Seperti halnya yang dirasakan oleh Mariono, 58, salah satu petani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem. Dia mengaku tanamannya diserang oleh virus. Daun tanaman cabainya tampak tak sehat. Selain itu, tumbuhannya tak bisa tinggi seperti tanaman cabai yang sehat.
“Ini mungkin karena virus. Biasanya waktu panas dan angin, ujar Mariono kepada wartawan koran ini.
Kendati demikian, dia tidak mengetahui nama virus itu. Dia mengaku kebingungan untuk mengatasi penyakit tersebut. Pasalnya sudah beberapa kali diberikan obat, tetapi tidak membuahkan hasil sama sekali. “Saya coba potong bagian daunnya, tapi tetep tumbuh daunnya seperti itu lagi,” tuturnya.
Penyakit tersebut pun menyerang seluruh tanaman cabainya yang berada di sawah seluas 100 ru. Selain itu, juga mulai menyerang di sawah yang berada di lokasi yang berbeda. Sawah tersebut juga memiliki luas 100 ru.
Mariono hanya bisa pasrah. Dia membiarkan tanaman cabainya tak normal. Menurutnya, tanaman itu tetap bisa berbuah. Meskipun hasilnya tidak akan bisa bagus dan sebanyak tanaman cabai yang tumbuh dengan baik. “Ya nanti ganti, sekarang dibiarkan dulu begitu,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah