Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Cara Dinas PUPR Kota Kediri Kerjakan Proyek Drainase yang Melintas di Rel KA

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 28 Agustus 2023 | 16:47 WIB

RUMIT: Pekerja menggarap proyek drainase di bawah rel KA Jl Sriwijaya Kota Kediri.
RUMIT: Pekerja menggarap proyek drainase di bawah rel KA Jl Sriwijaya Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri–Rekanan penggarap proyek drainase crossing rel kereta api (KA) agaknya harus pandai-pandai membagi waktu. Pasalnya, mereka tidak leluasa membangun saluran air di lokasi tersebut. Melainkan harus menunggu lokasi proyek steril alias tidak ada kereta yang melintas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Kabid Bina Marga I Made Dwi Permana mengungkapkan, realisasi proyek di tiga titik itu dibatasi pengoperasian kereta api. Sebab, jalur kereta tetap berfungsi normal selama pengerjaan proyek.

“Memang tidak seperti paket-paket lainnya yang bisa dikerjakan semaunya kontraktor. Kalau ini dibatasi. Kita selalu koordinasikan dengan PT KAI,” ujar Made.

Untuk menjaga keamanan di jalur KA, pekerja juga harus memastikan jalur clear saat kereta melintas. Termasuk petugas dari PT KAI yang juga berjaga-jaga di area proyek.

Baca Juga: Soal Pencemaran Minyak di Tempurejo Kota Kediri yang Belum Tuntas, Ini Kata Pertamina

“Untuk mengejar progres, rata-rata waktu pengerjaan tetap diusahakan 8 jam. Nanti ketika sudah ada lampu hijau dari PT KAI untuk dilanjutkan pengerjaannya, teman-teman biasanya juga kerja sampai malam,” lanjutnya terkait penyesuaian batasan waktu dengan target proyek.

Proyek untuk mengurangi genangan air yang sering muncul saat hujan deras itu pun harus dilakukan bertahap. Salah satunya untuk memastikan keamanan atau safety di jalur KA yang jadi prioritas utama.

“Di Jl Hasanudin belum (dimulai, Red) karena izinnya dari KAI tidak bisa tiga lokasi langsung digali bersamaan. Ada tahapannya,” jelas Made sembari menyebut rekanan akan menggarap satu titik lebih dulu untuk kemudian dilakukan inspeksi.

Jika dinilai aman, baru satu titik satunya boleh dikerjakan. Selanjutnya, PT KAI akan melakukan inspeksi lagi antara satu atau dua minggu ke depan. “Kalau ada dua lubang (galian drainase, Red) akan dicek lagi seperti apa. Baru nanti ada arahan untuk penggalian selanjutnya,” terangnya.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Datangi Lokasi Pencemaran Minyak, Ini Pernyataannya

Inspeksi, terutama untuk memastikan pengerjaan proyek crossing tak mengganggu konstruksi rel. Selama dilakukan penggalian dan pengecoran, kontraktor memasang pemikul rel untuk untuk menjaga stabilitas. Sehingga, rel tidak bergerak saat kereta api melintas.

Untuk diketahui, lokasi pembongkaran drainase di bawah rel itu berlokasi di Jl Pattimura, Jl Hasanudin, dan Jl Sriwijaya. Tiga lokasi tersebut merupakan daerah langganan genangan atau banjir setiap kali turun hujan lebat.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pekerjaan proyek sudah berlangsung di Jl Pattimura dan Jl Sriwijaya. Sejumlah pekerja mulai mengecor di Jl Pattimura. Sedangkan di Jl Sriwijaya, penggalian masih diteruskan.

“Di sana (Jl Pattimura) sudah mulai pengecoran dinding dalam dua atau tiga hari ini,” tandas Made sembari menyebut setelah pengecoran, drainase di sisi timur dan barat akan ditambahkan dengan box culvert sebagai saluran pembuangan air.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#drainase #PUPR #rel KA #rel kereta