Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kalau Ada Camat Gagal Atasi Stunting, Bupati Dhito Siap Memutasi

Karen Wibi • Selasa, 22 Agustus 2023 | 17:09 WIB

TEGAS: Bupati Hanindhito Himawan Pramana membeberkan penanganan stunting di Kabupaten Kediri (21/8).
TEGAS: Bupati Hanindhito Himawan Pramana membeberkan penanganan stunting di Kabupaten Kediri (21/8).

KEDIRI, JP Radar Kediri-Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengajak jajarannya semakin serius menangani kasus stunting alias kekerdilan. Termasuk pejabat yang memegang wilayah. Orang nomor satu di Pemkab Kediri ini tak segan untuk memutasi camat yang gagal menurunkan kasus gangguan tumbuh kembang itu.

Hal tersebut diungkapkan pria yang akrab disapa Dhito itu saat menghadiri acara penguatan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana di Pendapa Pemkab Kediri, kemarin. “Jadi tidak usah kaget bagi para camat jika tiba-tiba dimutasi. Mungkin salah satunya karena stunting,” kata Dhito.

Pria yang akhir Juli lalu genap berusia 31 tahun itu menjelaskan, stunting jadi masalah utama di Kediri. Sebab, menurut data Kementerian Kesehatan, kasus gangguan tumbuh kembang itu di Kabupaten Kediri mencapai 20 persen. Naik dua persen dibanding tahun 2022 lalu yang mencapai 18 persen.

Baca Juga: Truk dan Bus Sudah Ramai Melintas di Jembatan Alun-Alun Bandar

Angka tersebut menurut Dhito cukup tinggi. Sebab, kekerdilan terjadi di Kediri yang cukup maju. Karenanya, dia menjadikan penurunan stunting sebagai target penanganan di tahun ini.

Dia mengajak semua jajaran bisa menurunkan angka stunting di bawah sepuluh persen alias satu digit. “Saya ingin angka stunting di Kabupaten Kediri itu satu digit. Bahkan lebih baik jika tidak ada sama sekali,” lanjut bapak dua anak itu.

Untuk mencapai target tersebut, Dhito mengaku melibatkan camat untuk menangani kasus secara langsung. Tugas mereka mendata dan melakukan pengawasan penanganan stunting. Tugas tersebut menurut pria yang gemar naik vespa itu cukup berat. “Ini tugas khusus, jadi jangan main-main. Jika ketahuan camat tersebut tak kerja (menurunkan angka stunting, Red) maka akan saya mutasi,” tegasnya.

Baca Juga: Mengulik Kemeriahan Perayaan Agustusan di Kediri Raya

Terpisah, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo yang kemarin hadir di Pemkab Kediri menyebut langkah Bupati Dhito sudah benar dalam menekan angka stunting. Menurut Hasto peningkatan angka stunting tidak bisa dianggap biasa. Melainkan, peningkatan angka stunting harus disikapi dengan profesional. “Saya berharap penekanan angka stunting di Kabupaten Kediri dapat dilakukan,” paparnya.

Sebelumnya, Dhito juga menyinggung program penurunan stunting saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-78 RI di Stadion Canda Bhirawa Pare, Kamis (17/8) lalu. Dia mengajak masyarakat Kabupaten Kediri terjun langsung ikut menangani stunting di wilayahnya. Cara yang paling sederhana adalah ikut memantau perkembangan ibu hamil di lingkungan. Jika ada yang kekurangan gizi diminta untuk melapor ke kader kesehatan atau anggota PKK terdekat. “Penanganan stunting itu bisa dicegah sejak kehamilan juga,” imbuh Dhito.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#bupati dhito #stunting #camat #Kekerdilan