KEDIRI, JP Radar Kediri–Pembukaan Jembatan Bandarngalim molor. Infrastruktur yang sedianya dioperasikan pada Kamis (17/8) itu, baru bisa dibuka pada Sabtu (19/8) nanti atau mundur dua hari. Penyebabnya, PT Bukaka Teknik Utama membutuhkan waktu tambahan untuk penyelesaian beberapa item proyek.
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, operasional jembatan pada 19 Agustus diputuskan setelah pemkot menggelar pertemuan dengan PT Bukaka. “Mereka harus menyelesaikan joinannya yang akan disesuaikan dengan aspal. Itu membutuhkan waktu dua hari agar aspal tidak anjlok. Jadi bisa rata (permukaan jembatan, Red),” ujarnya sembari menyebut kemarin rekanan masih memasang penghubung antara aspal jalan dan konstruksi jembatan.
Abu menyebut penambahan waktu selama dua hari itu bertujuan menjaga kualitas jembatan. Bangunan baru diperkirakan bisa bertahan hingga 100 tahun. Meski molor dua hari, menurut Abu jembatan nanti bisa langsung beroperasi secara normal. Semua jenis kendaraan darat dengan berbagai ukuran dan berat bisa melewati jalan tersebut. Termasuk sejumlah kendaraan besar seperti truk dan bus.
“Misalnya kurang ngecat dan lain sebagainya itu dilengkapi sambil jalan. Saya minta itu bisa dilalui dan saya minta smooth. Bagus,” lanjut Abu sembari menyebut jika jembatan lama terasa berguncang saat dilewati, hal tersebut tidak terjadi lagi ke depannya.
Dengan dibukanya Jembatan Bandarngalim, Abu berharap proses distribusi barang dan mobilitas masyarakat bisa jauh lebih cepat. Demikian pula kemacetan yang bisa terurai. “Karena nggak ada bottle neck, nggak ada kemacetan di situ. Tapi saya kira kalau kemacetan tidak akan separah dulu,” tandasnya.
Health, Safety, and Environment (HSE) Inspector PT Bukaka Didik Muhanto menambahkan, pihaknya memerlukan tambahan waktu untuk memaksimalkan pemasangan Expansion Joint (EJ) atau sambungan di badan jembatan. EJ menurut Didik berfungsi mengakomodasi gerakan pada jembatan saat dilintasi kendaraan. Serta, mengatasi pemuaian dan penyusutan jembatan.
“Kami nggak mau kerja dua kali juga. Pak wali juga nggak mau kalau habis dibuka (jembatan, Red) tutup lagi. Soalnya kalau nanti dibuka tanggal 17 harus ditutup lagi karena ada beberapa penyesuaian lain yang perlu dilakukan,” jelas Didik.
Optimalisasi EJ menurut Didik juga untuk mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan pengendara. Dia tidak ingin Jembatan Bandarngalim seperti Jembatan Ngujang, Tulungagung yang menggunakan EJ sementara karena ingin cepat dibuka. “Jadi di sini (Jembatan Bandarngalim, Red) mengupayakan pemasangan yang permanen,” jelasnya sembari menyebut Bukaka akan memasang empat EJ selama dua hari kerja.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah