Bila sesuai rencana, Bandara Dhoho Kediri akan melakukan first landing tepat di Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus. Seminggu sebelum hari H itu, pengerjaan terus dikebut. Mampukah proyek ini mematuhi tenggat?
Soft launching Bandara Internasional Dhoho Kediri rencananya akan dilakukan pertengahan bulan ini. Selaras dengan target tersebut, berbagai pembangunan fisik bandara mulai terlihat. Bahkan, telah menunjukkan progres yang signifikan.
Dikutip dari akun WIKA Gedung, berbagai fasilitas bandara sudah hampir rampung pada pekan ke-71. Seperti halnya air traffic control system (ATCS). Pembangunan fisik bangunan yang berfungsi sebagai pengendali lalu lintas tersebut telah mencapai 72,74 persen. Bahkan, terminal VVIP mencapai 78,88 persen.
Pembangunan runway atau landasan pacu bandara ini juga nyaris selesai. Pengerjaan runway yang membentang sepanjang 3 kilometer (km) itu telah memasuki tahap pengaspalan. Progresnya pengerjaan landasan pacu ini diklaim telah melebihi 72 persen.
Sedangkan pada lingkup pembangunan apron atau area parkir pesawat telah memasuki tahap rigid. Diperkirakan progresnya sudah tembus 87 persen. Sedangkan untuk area VIP apron mencapai lebih dari 74 persen.
Capaian progress bandara ini pun mendapat apresiasi langsung dari Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja. “Saya surprise (dengan progress Bandara Kediri) dan luar biasa,” ujar Budi Karya saat kunjungannya tersebut.
Untuk diketahui, bandara ini akan memiliki landasan pacu sepanjang 3,3 km dengan lebar mencapai 45 meter. Dengan fasilitas tersebut bandar aini diklaim mampu melayani penerbangan domestik dan internasional. Belum lagi jika melihat kapasitas terminal yang mencapa luas 18 ribu meter persegi. Bahkan, pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-300ER dapat landing di bandara ini. “Pembangunan bandara ini sangat serius,” tandas Budi Karya.
Lalu, bagaimana dengan fasilitas penopang bandara? Ternyata, fasilitas ini masih jauh dari kata selesai. Jalan arteri yang jadi akses menuju bandara masih mencapai sekitar 80 persen. Itu berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri. Demikian pula jalan tol Kediri-Tulungagung serta Kediri-Kertosono. Dua proyek strategis nasional (PSN) sebagai penopang keberadaan bandara itu masih berkutat di pembayaran kompensasi pembebasan laha.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah