KEDIRI, JP Radar Kediri - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Jembatan Bandarngalim kemarin. Hal itu dilakukan setelah adanya keluhan warga setempat. Terkait saluran drainase yang diduga terganggu akibat proyek tersebut.
“Tadi (kemarin, red), setelah rapat di stasiun, kami langsung ke sini untuk melihat progres jembatan,” ujar Kabid Bina Marga PUPR Kota Kediri I Made Dwi Permana kemarin.
Menyikapi keluhan tersebut, Dinas PUPR langsung berkoordinasi dengan PT Bukaka. Harapannya, keluhan tersebut dapat segera ditangani. Sehingga warga setempat tidak merasakan kesulitan lagi.
Manajer Lapangan PT Bukaka Teknik Utama Eko Satriyo Nugroho menyebut terkait keluhan tersebut akan ditangani oleh pihaknya. Namun, masih mengutamakan pembangunan di bagian atas jembatan. Mengingat target untuk bisa mengoperasikan jembatan pada 17 Agustus nanti.
“Semua yang menyangkut fasilitas umum pasti tetap akan kami benahi. Seperti saluran drainase maupun pelengsengan. Tetapi yang jelas menunggu bagian atas selesai dulu. Agar yang bawah tidak kembali rusak,” tutur Eko.
Sementara itu, Jurianto, 53, salah satu warga setempat mengaku bahwa ada beberapa keluhan yang dirasakan. Salah satunya saluran drainase yang menurutnya jadi terganggu karena tertimbun material proyek.
“Ada saluran air yang bisanya buat jalan air ke sungai, karena tertimbun jadi bumpet, pas hujan jadi banjir,” ungkap Jurianto.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah