KEDIRI, JP Radar Kediri - Jemaah haji kelompok terbang (kloter) 88 SUB dijadwalkan akan tiba di Tanah Air malam ini (4/8). Rencananya, puluhan jemaah tersebut akan landing atau mendarat di Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 19.00 WIB.
“Perkiraan sampai di Kabupaten Kediri tengah malamnya,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, ada 23 jemaah dalam kloter tersebut. Mereka tergolong dalam kelompok haji cadangan. Oleh karena itu, kepulangan puluhan jemaah tersebut terhitung akhir. Dibandingkan kloter jemaah haji reguler sebelumnya.
Lebih lanjut, sebelumnya juga ada enam jemaah haji kategori cadangan asal Kabupaten Kediri telah pulang ke Tanah Air. Sumartono-Sri Suwarini, asal Kecamatan Gampengrejo, dan Karsan-Siin, warga Kecamatan Wates, tiba Kamis dini hari (27/7).
“Mereka tiba bersama kelompok terbang (kloter) 61 SUB,” tutur Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi.
Selain keempat jemaah tersebut, masih ada lagi dua jemaah cadangan yang pulang ke Tanah Air. Yaitu Sumaji-Karmini asal Kecamatan Puncu. Hanya saja, kedatangan keduanya tercatat lebih awal. Yaitu pada Selasa (25/7). Bersamaan dengan kloter 56 SUB.
Kholiq mengatakan, kondisi keenam jemaah tersebut relatif baik. Tidak ada keluhan penyakit yang dirasakan. “Alhamdulillah, penerbangannya berlangsung lancar. Kondisi mereka juga baik-baik saja,” terang Kholiq.
Sebelumnya, jemaah haji yang sempat tertahan di Makkah, Arab Saudi akhirnya dapat pulang ke Tanah Air. Yakni, Sukarmin asal Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih itu pulang dalam kondisi lemah. Dia segera dibawa ke RSUD Simpang Lima Gumul (SLG). “Beliau langsung dirujuk ke RSUD SLG menggunakan ambulans dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri,” tandasnya.
Informasi koran ini menyebut, Sukarmin merupakan jemaah kloter 32 SUB. Seharusnya, dia pulang sejak Senin (17/7). Sayang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Sehingga tertahan di Makkah. Dirawat intensif oleh tim medis di sana. Hingga kemudian dia dinyatakan dapat mengikuti penerbangan ke Tanah Air. Sukarmin akhirnya diikutkan kloter 49 SUB. Ironisnya kondisi kesehatannya kembali drop. Sehingga harus dirujuk ke RSUD SLG setiba di Kabupaten Kediri. “Dari informasi yang kami dapatkan, beliau (Sukarmin, red) menderita sakit stroke,” pungkas Kholiq.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah