Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, kemarin stok blangko E-KTP tinggal 360 keping. Melihat pemakaian harian yang mencapai sekitar 100 keping, jumlah itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan KTP baru selama tiga hari.
Kepala Dispendukcapil Kota Kediri Syamsul Bahri melalui Kabid Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Noviana Rachmawati mengatakan, ratusan keping blangko tersebut merupakan sisa dari pengambilan tahap dua, awal Juli lalu. Terkait permohonan E-KTP yang mencapai sekitar 100 keping per hari, menurut perempuan yang akrab disapa Novi itu mayoritas karena hilang, rusak, atau ganti elemen. “Jumlahnya (permohonan E-KTP, Red) memang sekitar 100-an,” ungkap Novi.
Lebih jauh Novi menjelaskan, alokasi blangko yang didapat pemkot selalu di bawah permohonan. Dia mencontohkan, pada permohonan kedua Juli lalu mereka mengajukan delapan ribu keping. Namun, yang turun hanya dua ribu.
Hal tersebut menurut Novi tak lepas dari stok di Kemendagri yang memang terbatas. “Di pusat belum ada pengadaan lagi,” lanjut Novi tentang kondisi di Dirjen Dukcapil Kemendagri selama dua bulan terakhir.
Menyiasati permohonan yang melebihi stok blangko, menurut Novi pihaknya langsung menerapkan skala prioritas. Salah satunya, pemohon pemula yang lebih diprioritaskan. “(Pemula diprioritaskan, Red) karena belum pernah punya KTP fisik. Kalau yang hilang atau rusak kan sudah pernah punya,” terangnya.
Prioritas itu menurut Novi juga tak lepas dari semakin dekatnya dengan pemilu 2024. Banyak pemilih pemula yang butuh KTP agar bisa ikut serta dalam pemilu serentak tahun depan.
Meski demikian, pihaknya tetap memperlakukan pemohon E-KTP berdasarkan kasusnya masing-masing. “Kita tetap tanya case by case-nya,” jelas Novi sembari menambahkan untuk kebutuhan tertentu dispendukcapil juga bisa menerbitkan surat keterangan biodata WNI.
“Alokasi minimal wajib KTP. Kalau untuk hilang atau rusak masih bisa kita siasati dengan surat keterangan biodata WNI. Itu bisa kita terbitkan jika instansi atau lembaga membutuhkan,” tuturnya.
Meski selama dua bulan stok blangko E-KTP terbatas, Novi yakin akan segera teratasi. Ini setelah Dirjen Dukcapil mengumumkan stok E-KTP aman.
“Pusat mulai pengadaan lagi minggu depan. tapi untuk kondisi permintaan kita bisa disetujui secara normal, kita belum tahu,” tegasnya.
Untuk diketahui, pengadaan blangko E-KTP tahap ketiga tahun ini sebanyak 11,3 juta keping. Blangko diprioritaskan untuk enam golongan pemohon. Penduduk yang sudah melakukan perekaman namun belum dicetak E-KTP nya menduduki prioritas pertama.
“Saat ini di bawah 2000 (yang sudah direkam datanya tapi belum dicetak, Red). Kalau di Kota Kediri mayoritas warga yang sudah direkam tapi belum PRR (print ready record). Salah satu sebabnya, karena usianya belum 17 tahun lebih satu hari.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.