Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Baca Juga: Menteri Perdagangan Zulhas Dicurhati Petani di Kota Kediri, Ini Curhatannya
Melihat itu, tim langsung menarik dua tabung tersebut. “Ini (pemakaian elpiji untuk laundry, Red) tidak boleh. Tidak sesuai peruntukan,” lanjut Nur sembari mengganti dua tabung elpiji melon dengan tabung pink bright gas seberat 5,5 kilogram.
Sang pemilik laundry diminta mengganti biaya isi ulang gas sebesar Rp 96 ribu. Nur menyebut, untuk usaha dengan penghasilan di atas 1,5 juta sudah tidak boleh memakai elpiji bersubsidi tersebut.
Jika kelompok usaha yang terlarang itu tetap memakai elpiji bersubsidi, menurutnya pemerintah bisa mengambil langkah tegas. Yakni, dengan menyita tabung tanpa menggantinya dengan tabung pink.
Hal itu dilakukan jika dalam sidak untuk ketiga kalinya tetap saja ditemukan pelanggaran. “Sekarang (kemarin, Red) masih dalam tahap pembinaan. Tindakan tegas yang kami ambil bisa saja berbentuk pencabutan izin,” lanjutnya.
Baca Juga: Fasilitas Bandara Kediri Kalahkan Juanda, Ini Masukan Pengamat agar Bandara Tidak Sepi
Untuk diketahui, selain di laundry Kelurahan Banjaran, tim juga menyasar restoran di Kelurahan Bangsal, Pesantren. Di sana, mereka mendapati 11 tabung elpiji melon. Sebanyak empat tabung di antaranya masih utuh alias belum dipakai untuk memasak. Mendapati hal tersebut, tim Biro Perekonomian langsung mengganti dengan enam unit tabung bright gas.
Iin Irmawati, pemilik restoran yang ditemui koran ini hanya bisa pasrah dengan penggantian tabung di tempat usahanya. “Kalau memang kebijakannya seperti itu, saya ngikut (ganti pakai bright gas, Red),” terang Iin.
Seperti diberitakan, kelangkaan elpiji terjadi di Kediri Raya selama beberapa minggu. Puncaknya terjadi minggu lalu. Stok di lapangan kembali lancar pada Minggu (30/7). Hal tersebut setelah Kediri Raya digerojok pasokan tambahan sejak Kamis (27/7) hingga Minggu (30/7) lalu.
Baca Juga: Ada Bandara Kediri, Gudang Garam Berpeluang Melakukan Ekspansi Bisnis hingga Eropa
Terpisah, Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan, kemarin stok elpiji bersubsidi di wilayahnya kembali lancar. Orang nomor satu di Pemkab Kediri ini memantau lewat tim Jangkar yang diturunkan ke puluhan kecamatan.
“Hasilnya, stok elpiji di Kediri sudah aman. Di pangkalan tersedia, bahkan di beberapa daerah juga sudah mulai ada di pengecer. Yang penting masyarakat tidak lagi kesulitan mencari elpiji,” terangnya.
Dari puluhan kecamatan di Kabupaten Kediri, menurut Dhito hanya Kecamatan Badas yang masih terus dipantau. “Di sana (Badas, Red) sudah membaik tapi belum seperti biasanya. Makanya kami pantau terus untuk memastikan distribusi sudah sesuai ketentuan dan masyarakat tidak kesulitan,” tegasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.