Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
KEDIRI, JP Radar Kediri-Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan berdialog dengan petani tembakau se-Indonesia, di Kota Kediri kemarin. Kesempatan tersebut tak disia-siakan oleh peserta. Mereka mengeluhkan harga tembakau yang selama setahun terakhir terus murah. Di saat yang sama, biaya produksi semakin tinggi hingga mereka merugi.
Dialog dimulai sekitar pukul 11.00 di hotel Grand Surya. Di depan pria yang akrab disapa Zulhas itu, para petani langsung curhat berbagai masalah terkait tembakau. “Sudah sekitar satu tahun ini para petani terus merugi,” kata Budi Sulaiman, petani tembakau asal Temanggung.
Lebih jauh Budi menjelaskan, harga tembakau di pasaran selama setahun terakhir hanya di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram. Padahal, untuk bisa untung, harga tembakau harus di atas Rp 50 ribu.
Baca Juga: Fasilitas Bandara Kediri Kalahkan Juanda, Ini Masukan Pengamat agar Bandara Tidak Sepi
Di saat yang sama, menurut Budi para petani tembakau tercekik dengan biaya produksi yang mahal. Pemicunya karena harga pupuk yang mahal. “Kami meminta agar pemerintah bisa menurunkan harga pupuk,” lanjut pria yang harus berutang untuk membeli pupuk itu.
Karenanya, usai bertemu Zulhas kemarin, dia berharap ada solusi untuk para petani tembakau. Terutama agar harga tak serendah setahun terakhir. Serta, biaya produksi bisa ditekan lebih kecil lagi.
Sementara itu, Zulhas yang ditemui usai dialog mengakui jika kedatangannya ke Kota Kediri kemarin untuk membahas harga tembakau yang terus turun. Jika sebelumnya harga tembakau bisa menyentuh Rp 120 ribu per kilogram, kini paling tinggi hanya Rp 50 ribu. Bahkan, sering di bawahnya.
Baca Juga: Ada Bandara Kediri, Gudang Garam Berpeluang Melakukan Ekspansi Bisnis hingga Eropa
Menurut pria yang dilantik menjadi Menteri pada 15 Juni 2022 lalu itu menyebut harga tembakau murah karena produksi pabrik rokok yang juga menurun. Selebihnya, harga tembakau turun karena kualitas tembakau yang juga turun. Pemicunya, petani menggunakan pupuk seadanya menyikapi harga pupuk yang mahal. “Nanti kita diskusikan dengan pihak lain terkait harga pupuk yang biasa digunakan oleh petani tembakau,” tambahnya.
Terkait produksi rokok yang turun, pria yang juga ketua umum Partai Amanat Nasional ini menyebut hal itu buntut dari besarnya pajak yang dibebankan kepada pabrik rokok. Untuk mengurangi biaya produksi, pabrik rokok mencoba menawar harga tembakau semurah mungkin.
Dengan diskusi kemarin, Zulhas mengaku mendapat banyak masukan. Dia menyebut Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan kajian pajak yang dibebankan kepada pabrik rokok. Harapannya, pajak tersebut bisa ditinjau ulang. Sehingga, beban pajak pabrik rokok tak seberat sekarang.
Baca Juga: Kontraktor Optimistis Jembatan Bandarngalim Bisa Dibuka 17 Agustus 2023, Ini Progresnya
Di saat yang sama, Zulhas juga meminta pabrik rokok untuk tidak menghargai tembakau terlalu murah. Sehingga, petani tembakau masih bisa mendapat untung. “Agar para petani juga mendapat harga tembakau yang masuk akal dan tidak terus-menerus merugi,” tandasnya.