Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Bagaimana kemampuan daerah-daerah di kawasan Mataraman menangkap peluang kehadiran Bandara Dhoho Kediri? Seharusnya, bila mengacu yang diungkapkan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Sunaryo dalam Seminar Regional Kediri Menyambut Bandara Baru, antara Tantangan dan Peluang, bekal itu sudah dimiliki. Bahkan, sangat mencukupi untuk menangkap peluang-peluang itu. Salah satunya dengan memanfaatkan dana bagi hasil (DBH) cukai rokok.
“(Semua daerah) di wilayah Mataraman dapat DBH cukai semua,” tegas Sunaryo yang diberi kesempatan memberi tanggapan usai paparan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Menurut sang kepala kantor bea cukai ini, kehadiran bandara memunculkan banyak peluang bagi Kediri dan sekitarnya. Berbagai potensi ekspor bisa ditingkatkan. Terutama pengembangan ekonomi dari sektor pariwisata. Dan, itu bisa dilakukan karena semua daerah mendapatkan DBH cukai yang melimpah.
Berdasarkan data yang disodorkan Sunaryo, Kota Kediri mendapat jatah DBH cukai terbanyak. Mencapai Rp 155 miliar! Sedangkan Kabupaten Kediri di bawahnya, yaitu Rp 85 miliar. Terbanyak ketiga adalah Kabupaten Jombang yang mendapat jatah Rp 55 milar. Kemudian Kabupaten Nganjuk Rp 35 miliar.
“Tulungagung dan Blitar juga dapat sekitar itu,” tambah Sunaryo.
Dana segar itulah yang seharusnya mampu dimanfaatkan daerah untuk mempersiapkan diri menyambut bandara. Seperti mendorong potensi sektor pariwisata di wilayahnya masing-masing. Yang bisa membuat wilayah Mataraman menjadi kawasan pariwisata.
Sunaryo mengakui, untuk mewujudkan hal tersebut memang tidak mudah. Penuh tantangan. Karena itulah pemda di wilayah Mataraman harus menggunakan seluruh potensinya untuk mengambil peran.
“Sehingga bisa menjadi pemain, tidak hanya penonton,” tandasnya.
Dia menekankan, keberadaan bandara dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan DBH tersebut. Sehingga proyeksi pengembangan daerah menjadi semakin jelas dan mudah dilakukan.
Berbagai potensi tersebut diamini oleh Ketua DPRD Kota Kediri Agus Sunoto Imam. Menurutnya pemkot dan pemkab harus bersinergi. Memajukan pariwisatanya masing-masing.
“Potensinya banyak sekali. Kita semua harus bersyukur dengan keberadaan bandara ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto mengaku bahwa banyak tantangan yang muncul dalam upaya menangkap peluang kehadiran bandara nanti. Seperti masih adanya ego sectoral antara Pemerintah Pusat, provinsi, dan daerah. “Buktinya apa, kami di DPRD Kabupaten Kediri sering mendapatkan kunjungan dari warga sekitar bandara. (Mengeluhkan) mulai dari pembebasan lahan hingga debu. Itu tantangan kita,” tandasnya.
Namun begitu, Dodi tidak memungkiri bahwa keberadaan bandara akan memberi multiplier effect yang sangat besar. Oleh karena itu, pemkab tengah gencar mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang ada.
“Kami mohon bantuannya dari seluruh pihak untuk ikut serta,” pungkas Dodi.