Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Seminar Regional Kediri Menyambut Bandara Baru antara Tantangan dan Peluang yang berlangsung kemarin memunculkan banyak fakta baru. Fakta-fakta menarik ini sebelumnya tak pernah diketahui oleh masyarakat luas. Khususnya potensi besar dari kehadiran bandara yang rencananya bakal soft landing pada 17 Agustus nanti itu.
Seminar yang diprakarsai JP Radar Kediri dan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri ini menghadirkan tiga narasumber. Yaitu Profesor Dr Bambang Supriyono MS, pakar kebijakan publik yang juga dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya; Iman Supriyono, pakar korporasi serta founder dan CEO Senior Consultant at SNF Consulting; serta Profesor Dr Fauzan MPd, rektor UMM yang merupakan putra daerah. Selain ketiga narasumber tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak menjadi key note speaker melalui video conference.
“Kehadiran bandara baru nanti sudah pasti akan memunculkan perubahan. Apakah perubahan itu menjadi peluang atau tantangan, mari kita diskusikan dalam seminar ini,” kata Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad dalam sambutan di awal seminar yang berlangsung di Hall Lotus Garden Hotel and Restaurant kemarin (26/7).
Terkait itu, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto mencatatkan beberapa tantangan menyambut Bandara Internasional Dhoho. Politisi asal PDI Perjuangan ini mengkritisi upaya dan komitmen dari Pemprov Jawa Timur dalam mega-proyek ini.
Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide Semprot Pemain saat Latihan, Ada Apa?
Menurutnya, Pemprov Jatim sering menggadang-gadang potensi besar dari Selingkar Wilis yang meliputi enam kabupaten dan kota ini. Namun, Dodi melihat perbedaan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dia mengaku, Pemkab Kediri telah bekerja sama dengan berbagai instansi. Tidak terkecuali daerah tetangga. Untuk membuka Selingkar Wilis.
“Tetapi Pemprov Jatim belum ada kegiatan untuk Selingkar Wilis ini. Ini menjadi catatan kami. Sampai sekarang belum ada,” ujar Dodi menyentil lemahnya upaya pemprov.
Dodi berharap adanya kesinambungan antara pemprov dan pemda. Pasalnya, hal ini juga berkaitan dengan persiapan menuju bandara. Dia tidak ingin, hanya Pemkab dan Pemkot Kediri saja yang bergerak. Termasuk dalam mempersiapkan sumber daya manusia.
“Pemprov Jatim juga harus bergerak untuk mempersiapkan SDM bagi warga yang terdampak bandara ini. Agar warga kami tidak hanya menjadi penonton saja,” tegas politisi PDIP tersebut.
Pakar Korporasi Iman Supriyono menyoroti beberapa isu krusial dari kacamata bisnis. Dia mencatatkan pertumbuhan PT Gudang Garam Tbk selama 2005 hingga 2023. Menurut Iman, pertumbuhan rata-rata jika dilihat dari nilai pasar hanya sebesar 5,5 persen. “Ini hanya seperti inflasi saja. Pertumbuhannya tergolong sangat lambat,” tuturnya.
Baca Juga: Dijak Tirakat Kok Malah Minggat
Selanjutnya, Pakar Kebijakan Publik Prof Dr Bambang Supriyono MS menekankan bahwa keberadaan bandara harus mencakup sampai catchment area. Untuk menuju hal tersebut, dia menilai bahwa harus ada kolaborasi antara para pemangku kebijakan.
“Karena fondasi kolaborasi itu harus networking. Meliputi Kediri Raya, Mataraman, dan korporasi. Itu semua perlu adanya kolaborasi,” tandas mantan Rektor Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Malang tersebut.
Terakhir, Prof Dr Fauzan MPd yang merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang melihat banyak potensi dan peluang yang bisa dikembangkan dengan keberadaan bandar aini ke depannya. Bahkan, dia sempat menawarkan kerja sama dengan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.
“Pak Rektor UNP (Dr Zainal Afandi, Red), kapan kita membuat hotel? Kita join?” pancing Fauzan dengan nada kelakar ke arah Rektor UNP Zainal Afandi.
Baca Juga: Bupati Kediri Dhito Larang Delapan Sektor untuk Memakai Elpiji Subsidi, Apa Saja?
Salah satunya seperti Seminar Regional yang diadakan oleh Jawa Pos Radar Kediri. Dalam seminar bertajuk ‘Kediri Menyambut Bandara Baru antara Tantangan dan Peluang’, Radar Kediri mengajak beberapa narasumber profesional untuk berdiskusi.
Acara dimulai sekitar pukul 09.30. Adalah Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad yang membuka acara secara langsung. Dalam sambutannya, Kurniawan menyebut perubahan akan segera terjadi di Kediri. Itu setelah bandara yang diproyeksikan akan beroperasi di tahun ini.
“Perubahan itu hal yang tidak bisa dihindari. Terutama setelah bandara benar-benar beroperasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kurniawan menyebut akan ada dua perubahan yang pasti terjadi. Yaitu antara peluang dan tantangan. Dengan adanya diskusi dalam seminar, Kurniawan berharap agar gambaran tentang perubahan setelah bandara beroperasi dapat segera terlihat.
Baca Juga: Kejari Kabupaten Kediri Tunggu Jawaban Rekonstruksi Pembunuhan Perempuan dalam Karung
“Apakah itu akan jadi peluang atau tantangan, mari kita diskusikan bersama-sama,” pungkasnya.
Terpisah, Rektor Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Dr. Zainal Afandi, M.Pd mengapresiasi tentang acara yang diadakan oleh Radar Kediri. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Radar Kediri merupakan sebuah upaya untuk mendorong kemajuan di Kediri Raya.
“Upaya yang dilakukan oleh Radar Kediri benar-benar luar biasa,” terangnya.
Lebih lanjut, sebagai rektor, Zainal mengaku memiliki banyak tanggung jawab kepada mahasiswanya. Terutama setelah adanya bandara yang akan beroperasi di Kabupaten Kediri.
“Saya selalu ditanya oleh mahasiswa saya, bagaimana cara yang dilakukan kampus untuk menyiapkan mahasiswanya,” tambahnya.
Baca Juga: Dalam Setahun, Petani Berambang di Bagor dan Wilangan Bisa Panen Lima Kali
Dengan seminar yang diadakan oleh Radar Kediri, Zainal percaya jika dirinya nanti akan mendapat jawaban. Terutama tentang peluang dan tantangan yang akan dihadapi oleh masyarakat Kediri. Khususnya masyarakat Kediri yang juga merupakan mahasiswanya.
Setelah dua sambutan dari Direktur Radar Kediri dan Rektor UNP Kediri, kegiatan lalu dilanjutkan dengan melihat pemaparan dari Wakil Gubernur Jatim Dr. H. Emil Elestianto Dardak. Pria yang kerap disapa Emil itu menerangkan tentang potensi-potensi yang bisa dimanfaatkan dengan adanya bandara. Terutama tentang potensi wisata dan pendidikan.
Harapannya, dengan dibangunnya bandara, hal itu dapat menjadi peluang. Terutama bagi warga sekitar bandara. Dengan dalih agar warga sekitar tidak hanya jadi penonton, namun juga jadi pelaku.
Setelah Emil, diskusi langsung dilanjutkan dengan pemaparan dari tiga narasumber. Profesor Dr Bambang Supriyono MS memaparkan materi tentang ‘Eksistensi Bandara di Kediri, Peluang, dan Tantangan dalam Perspektif Kebijakan Publik’.
Baca Juga: Ini Penyebab Kucing Mati Mendadak
Sedangkan Iman Supriyono memaparkan materi tentang ‘Eksistensi Bandara Kediri dan PT Gudang Garam Tbk dalam Perspektif Korporasi’. Lalu yang terakhir adalah Profesor Dr Fauzan MPd yang memaparkan ‘Pembandungan Bandara Kediri dalam Perspektif Pendidikan dan Kearifan Lokal’.
Setelah ketiga narasumber memaparkan materi, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. Adalah para tamu undangan yang menjadi penanya. Pertanyaan tersebut lalu dijawab oleh ketiga narasumber.