Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pedagang Ada yang Belum Dapat Jatah Los di Pasar Setonobetek

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 25 Juli 2023 | 16:33 WIB
BELUM TURUN: Pedagang gerabah di lantai dua Pasar Setonobetek, Kota Kediri masih bertahan di lapak lamanya karena tidak kebagian jatah los baru di blok C.
BELUM TURUN: Pedagang gerabah di lantai dua Pasar Setonobetek, Kota Kediri masih bertahan di lapak lamanya karena tidak kebagian jatah los baru di blok C.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Tidak semua pedagang gerabah di lantai dua Pasar Setonobetek, Kota Kediri kebagian los baru di blok C. Karena itu, hingga kemarin masih ada yang belum turun ke tempat relokasi. Mereka yang tak dapat jatah itu diduga yang jarang berjualan dan membayar karcis retribusi.

Sebelumnya, total ada 8 pedagang gerabah. Lima di antaranya sudah turun di bangunan los baru. Sisanya, tiga belum karena belum mendapat tempat. “Ada tiga pedagang belum turun. Dari tiga itu yang satu sudah meninggal. Satu lagi sering buka di rumah karena di sini sepi. Sama saya, juga belum dapat,” ujar Abdul Muhaimin, 70, pedagang gerabah yang belum turun karena belum mendapat tempat relokasi.

Laki-laki yang akrab disapa Dul itu mengaku, sedari awal tidak dikabari pengelola pasar maupun pedagang lain. Sehingga tidak tahu ada relokasi. Dia mengaku, mengurus hal tersebut sudah terlambat dan ditolak pengelola pasar.

“Tidak dikabari sama sekali, dari awal sampai bangunan jadi gak dikabari, saat ngurus, katanya sudah terlambat,” jelasnya.

Saat mengajukan perihal dirinya yang tidak mendapat bagian lokasi relokasi, dia mengaku bahwa pengeloka menyebut dirinya yang kurang aktif membuka toko. Selain itu juga jarang membayar retribusi.“Saya urus katanya memang saya gak dapat, karena karcis bolong-bolong, nomor dua memang jarang buka,” akunya sembari mengakui yang disampaikan pengelola pasar memang benar.

Tindakannya yang jarang buka serta sering olong alam membayar retribusi dia mengaku karena transaksi yang sepi. Posisinya yang tidak tepat di depan tangga membuatnya tidak mendapat pembeli. “Masalahnya begini, pernah dijaga dari seminggu, gak dapat uang, sepi sekali, kalah dengan yang sudah kedalanan dulu (posisi di depan tangga), yang sini jarang karena gak dilewati. Akhirnya gak sampai sini, jadi gak dapat pembeli,” sebutnya.

Dari beberapa kali dia lakukan mediasi dengan pengelola, akhirnya dia mendapatkan jawaban, bahwa nantinya Dul tetap akan diberi tempat di lantai bawah, namun masih menunggu los yang kosong. “Dibilangi nanti tidak digabung dengaan yang di los baru, tapi ditaruh bawah sini, tapi saya belum tahu lokasi pasnya mana. Katanya masih dilihat dulu, mana yang kosong,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Pasar Setonobetek Slamet Hariono membenarkan adanya pedagang gerabah lantai dua yang belum mendapatkan los baru untuk tempat relokasi. Itu dikarenakan pedagang yang kurang aktif dalam membuka toko, selain itu juga karena retribusi yang jarang bayar.

“Gak dapat tempat karena memang pedagang ini gak aktif, gak pernah bayar. Dia mulai sering buka saat ada kabar dipindah,” jelasnya.

Karena sebenarnya sesuai dengan peraturan, yang sudah tidak aktif selama 6 bulan itu dianggap pedagang sudah tiak menempati dan tersegel. Dari hasil pantauan pengelola, Slamet menyebut memang Dul ini hampir satu tahun sudah tidak aktif. Maka dari itu pertimbangan awal Dul tidak menapatkan lokasi di los baru.

Mengenai kedepannya, agar kedua belah pihak bisa saling berjalan, Slamet menyebut pihak pengelola mengambil jalan tengah dengan tetap memberikan lokasi di lantai bawah, namun dengan menunggu mana tempat yang kosong. Jadi untuk lokasinya masih belum dipastikan di mana.

“Tetap ambil win-win solution. Dilihat dulu, kalau di bawah ada tempat kosong, nanti ditaruh situ, tapi kalau gak ada, nanti ketika di atas ada kegiatan besar, maka harus dipindah di sisi timur,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pedagang #pasar #pasar setonobetek #los