Proyek tersebut diinisiasi langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Dana besar tersebut dianggarkan untuk proyek peningkatan ruas jalan di Banjarmlati-Mojo-Catut, Grogol-Tiron, dan Jongbiru. Totalnya mencapai sepanjang 19,4 kilometer (km).
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, pelaksanaan proyek tersebut dimaksudkan untuk beberapa poin. Salah satunya meningkatkan dukungan konektivitas pada rencana pembangunan Bandara Internasional Kediri.
“Ada beberapa proyek yang sedang dikerjakan untuk mendukung bandara,” ujar Asisten 1 Pemkab Kediri Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Namun begitu, proyek ini masih dalam tahap penyelesaian lelang. Pasalnya, proses tender tersebut belum dinyatakan rampung. Sehingga masih harus menunggu waktu lagi untuk dilakukan pekerjaan fisik. Namun begitu, Irwan berharap agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai dengan rentang waktu yang telah ditetapkan.
Selain proyek peningkatan kualitas jalan tersebut, masih ada kegiatan pendukung lainnya. Seperti pembangunan jembatan yang menghubungkan Mrican-Jongbiru. Pemenang tender proyek jembatan ini telah diumumkan oleh Kementerian PUPR RI. Total anggaran memakan biaya hingga Rp 25,4 miliar (M). Ada 125 perusahaan yang mengikuti lelang tersebut. Dari ratusan peserta tersebut, akhirnya terpilih PT Dwi Mulyo Lestari sebagai pemenang. Mereka dinyatakan sebagai peserta dengan penawaran terbaik dan memenuhi persyaratan lelang.
Kontraktor ini beralamat di Jalan Pesanggrahan Umbul Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Mereka tercatat melayangkan penawaran senilai Rp 25,4 M. Lebih murah sekitar Rp 6,4 M dari pagu yang dianggarkan oleh kementerian tersebut. Pasalnya, total pagu yang disediakan sebesar Rp 31,8 M.
“Kami adanya proyek-proyek tersebut akan memberikan banyak dampak positif untuk Kabupaten Kediri,” pungkas Sukadi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah