Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dinsos Kota Kediri Kirim Belasan ODGJ ke Panti Sosial

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 9 Juni 2023 | 17:12 WIB
(Foto: DINAS SOSIAL KOTA KEDIRI UNTUK JPRK)
(Foto: DINAS SOSIAL KOTA KEDIRI UNTUK JPRK)
KEDIRI, JP Radar Kediri– Belasan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dirujuk ke lembaga sosial. Itu selama lima bulan awal tahun ini. Mayoritas merupakan warga lanjut usia (lansia) dan orang berstatus tempat tinggal tidak tetap (T4).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Paulus Luhur Budi melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Dinsos Sumarni mengatakan, ODGJ yang dirujuk ke lembaga atau panti sosial diprioritaskan bagi yang tidak memiliki keluarga. Pun dengan ODGJ lansia dan telantar.

“Tidak mudah untuk membawa ke panti. Harus antre dan cari mana yang bisa menampung,” ujarnya.

Sumarni mengakui, sulitnya mencari lembaga atau panti sosial tak terlepas dari fakta tingginya penyandang disabilitas jiwa ini. Awal 2023, sedikitnya ada sembilan ODGJ lansia yang dirujuk. Tersebar di Tulungagung, Jombang, hingga Magetan. “Kita cari mana yang kosong. Terkadang juga ke panti swasta milik relawan,” ungkapnya.

Sementara itu, sebanyak delapan ODGJ dari Kota Kediri dikirim ke RSJ Lawang tahun ini. Satu dirujuk ke RSBL Butuh, Kras. Lalu, empat lainnya ke rumah sakit di Kota Kediri. Namun begitu, selama masih ada keluarga, penanggungjawab utama tetap keluarga.

“Jadi misal ada yang meninggal, harus tetap dimanusiakan. Dibawa pulang ke rumahnya dan dimakamkan secara layak,” tutur Sumarni sembari menambahkan tak sedikit ODGJ lansia di panti sosial yang meninggal dan harus dimakamkan di pemakaman telantar. Sebab, tak ada keluarga yang mau mengakui.

Selain ke panti sosial, sebagian ditampung di barak penampungan tuna wisma. Mereka akan tinggal sementara di sana sampai dipertemukan kembali dengan keluarga. “Itu untuk yang masih bisa diatasi. Jadi kami fasilitasi untuk kebutuhannya sampai ditemukan keluarganya,” kata Sumarni.

Ia menyebut, kapasitas barak penampungan hanya sekitar 10 orang. Untuk diketahui, sampai akhir tahun kemarin, ODGJ di Kota Kediri mencapai 653 kasus. Itu meningkat dari 2021 sebanyak 528. Faktor ekonomi jadi salah satu faktor pemicu. Dinsos pun terus melakukan upaya pendampingan. Termasuk mengadakan posyandu jiwa di masing-masing kecamatan yang dilakukan rutin tiap bulan sekali.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sosialisasi #mental #odgj #kesehatan #dinsos