Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, rencana awal kloter 29 meninggalkan Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pukul 04.30. Selanjutnya, berubah menjadi pukul 05.50. Hal tersebut menyusul perubahan jadwal penerbangan yang semula pukul 06.00 menjadi pukul 08.20.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz yang dikonfirmasi tentang molornya penerbangan jemaah kloter 29 tak menampiknya. “Iya, betul. Hanya delay saja,” ujar Faiz.
Lebih jauhFaiz menuturkan, perubahan jadwal penerbangan tersebut tidak berdampak langsung kepada para jemaah. Pasalnya, keberangkatan maupun penerbangan disebut aman. Tidak ada kendala berarti dalam penundaan penerbangan tersebut.
Jika kloter 29 sempat tertunda sekitar dua jam. Penerbangan tiga kloter lainnya berjalan sesuai jadwal. Yakni, kloter 30 terbang pukul 17.05. Kemudian, kloter 31 bertolak ke Arab Saudi pukul 19.05. Terakhir, kloter 32 yang bergabung dengan jemaah asal Kota Kediri terbang sekitar pukul 21.05 tadi malam.
“InsyaAllah semuanya aman,” tuturnya.
Seperti keberangkatan yang berbeda, kedatangan jemaah di Arab Saudi juga bertahap. Kloter 29 dijadwalkan mendarat di Madinah sekitar pukul 13.50 Waktu Arab Saudi (WAS). Lalu, kloter 30 tiba sekitar pukul 23.05 WAS. Sedangkan untuk kloter 31 dan 32 mendarat dini hari tadi. Masing-masing pukul 01.05 dan 03.05 WAS.
Faiz berharap, para jemaah dapat menjaga kondisi tubuh dan kesehatannya dengan baik. Mengingat, pelaksanaan ibadah haji memerlukan kondisi fisik dan stamina yang prima. Terlebih, suhu di Arab Saudi jauh lebih panas dibandingkan Indonesia. “Staminanya harus dijaga. Apa yang menjadi arahan petugas dituruti saja. Semua untuk kebaikan jemaah sendiri,” pungkas Faiz.
Imbauan yang sama juga diungkapkan oleh Kemenag Kota Kediri terhadap ratusan jemaah yang tergabung di kloter 32. Kepala Kemenag Kota Kediri Mohammad Qayyim melalui Humas Mailah menyebut, sebelum bertolak tadi malam kesehatan seluruh jemaah sudah diperiksa. Demikian juga barang bawaannya.
Pemeriksaan kesehatan jemaah menurutnya masih berlangsung hingga pukul 16.00 kemarin. Hasilnya, belum ada satu pun yang terkendala. “Sekarang (pukul 16.00 kemarin, Red) jemaah masih di ruang steril untuk fokus pemeriksaan hingga dipastikan jemaah sehat untuk terbang,” terang Mailah.
Meski belum ada jemaah yang dinyatakan sakit, menurutnya ada beberapa
catatan khusus bagi jemaah yang membawa obat pribadi. Mereka diminta mengonsumsinya secara rutin.
Perempuan yang akrab disapa Ila itu menegaskan, para jemaah dengan penyakit seperti hipertensi dan asam urat juga diminta rutin kontrol. “Sudah kami beri imbauan khusus,” tegasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah