“Pengecekan pada titik koordinat bangunan mana yang akan dibangun, pohon yang akan ditebang, dan apa saja yang harus dibongkar,” terang Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Kediri Shanty Wijayanthi saat ditemui di lokasi proyek.
Shanty memang mendampingi peninjauan kemarin. Selain dari DPUPR, juga ada dari dinas lingkungan hidup, kebersihan, dan pertamanan (DLHKP), serta konsultan pengawas. Selain proses pengukuran juga dilakukan penentuan titik awal pembangunan mulai dikerjakan.
Peninjauan lokasi oleh pelaksana dan pengawas proyek, kata Shanty, sekaligus menandai dimulainya proyek pembangunan alun-alun. Itu setelah berlangsung penandatanganan kontrak antara perencara dengan rekanan pada Rabu (24/5) lalu. Artinya, pengerjaan fisik alun-alun sudah bisa dimulai.
“SPMK-nya (surat perintah mulai kerja, Red) mulai hari Jumat (26/5, Red),” papar Shanty.
Setelah ini akan dilakukan penebangan pohon-pohon yang saat ini tumbuh di alun-alun tersebut. Hal itu untuk menyesuaikan dengan detail engineering design (DED) yang telah disepakati. Berdasarkan DED itu sebagian besar kawasan alun-alun nantinya akan berupa hamparan rumput.
Hal itu dibenarkan oleh Kabid Pengendalian Lingkungan Hidup DLHKP Kota Kediri Candra Maharanto. Menurutnya, ratusan pohon yang berada di dalam area alun-alun akan ditebang. Menyusul rencana pembangunan proyek yang rencananya akan rampung dalam tujuh bulan itu.
“Kriteria pohon yang akan dipotong yang tidak digunakan karena ada rumput-rumputnya. Kalau yang dipertahankan yang di area bangunan,” terang Candra seraya mengatakan akan ada lebih dari 200 pohon yang akan ditebang.
Sementara itu, pedagang alun-alun masih melanjutkan proses pemindahan lapak. Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa pedagang bergotong royong menyiapkan tempat relokasi. Khususnya di titik yang tidak difasilitasi dengan tenda oleh dinas PUPR.
“Bangunan ini (lokasi lama paguyuban PKL, Red) diserahkan ke PKL untuk dipergunakan lagi di utara Dhoho Plaza. Nanti di sana akan ada warung-warung,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Alun-Alun Subagiyono.
Laki-laki yang akrab disapa Bag itu mengatakan, saat ini kegiatan jual beli belum berlangsung. Sebab, sebagian besar pedagang masih mengatur lapak sementara. Pun dengan sekitar 27 pedagang yang masih membangun lapak sementara di sisi utara tempat perbelanjaan Dhoho Plaza.
“Nanti sekalian menunggu setelah peresmian bareng wali kota. Rencananya malam Senin (Minggu, 28/5, Red),” pungkas Subagiyono.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah