Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bupati Kediri Mas Dhito Kunjungi Pabrik Rokok Apache, Ini yang Dicek

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 17 Mei 2023 | 17:27 WIB
SULIT: Bupati Hanindhito Himawan Pramana belajar melinting rokok kretek saat sidak ke pabrik rokok Apache di Kecamatan Pare kemarin. (Foto: Andhika Attar)
SULIT: Bupati Hanindhito Himawan Pramana belajar melinting rokok kretek saat sidak ke pabrik rokok Apache di Kecamatan Pare kemarin. (Foto: Andhika Attar)
KEDIRI, JP Radar Kediri-Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan jajarannya melakukan sidak pabrik rokok Apache di Pare, kemarin. Orang nomor satu di Pemkab Kediri itu mengecek kepesertaan pekerja dalam jaminan Kesehatan dan ketenagakerjaan.

Tiba sekitar pukul 11.00, bapak dua anak itu langsung masuk ke pabrik. Dia langsung berbincang dengan para karyawan linting rokok. Suami Eriani Annisa ini menyebut, kunjungannya kemarin untuk memastikan seluruh pekerja di sana sudah ter-cover jaminan Kesehatan dan ketenagakerjaan. “Alhamdulillah tadi (kemarin, Red) saya tanyakan untuk jaminan Kesehatan dan ketenagakerjaannya sudah tercover semua,” kata Dhito.

Melihat potensi perusahaan yang besar, Dhito mendorong agar investasi Apache di Kabupaten kediri terus dikembangkan. Sehingga, serapan tenaga kerjanya bisa lebih besar lagi. Apalagi, sebanyak 98 persen pekerja di sana merupakan warga lokal. “Kami akan terus dorong untuk bisa dikembangkan lagi. Jadi, serapan pekerjanya bisa semakin tinggi lagi,” tegasnya tentang perusahana yang memiliki 1.467 pekerja itu.

Heaf of Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardika Hendra Gunawan mengatakan, seluruh pekerja di pabrik rokok Apache sudah diikutkan BPJS ketenagakerjaan dan Kesehatan. Begitu diterima kerja, mereka langsung didaftarkan empat kepesertaan sekaligus. “Langsung kami daftarkan (begitu bekerja, Red),” sambung Gunawan.

Terkait tawaran pengembangan perusahaan, Gunawan menyebut pihaknya menyambut baik hal itu. Apalagi, daya tamping pabrik memang masih bisa ditambah hingga 1.800 orang. “Kami sangat terbuka dengan kemungkinan tersebut. Sesuai dengan kebutuhan pasar ke depannya,” jelas Hendra.

Sementara itu, selain mengecek jaminan ketenagakerjaan karyawan pabrik rokok Apache, Dhito juga menyempatkan diri belajar melinting rokok kretek. Dengan satu alat linting manual, pria yang gemar naik vespa itu belajar melipat kertas, memasukkan racikan rokok dan memasukkannya ke alat.

Jika para pekerja lain bisa dengan cekatan melinting hanya dalam hitungan detik, hal berbeda diperlihatkan Dhito. “Saya mencoba langsung. Ternyata tidak semudah yang terlihat,” tuturnya sambal tersenyum.

Meski beberapa kali bertanya tips dan trik melinting pada pekerja di dekatnya, Dhito tetap kesulitan membuat lintingan rokok yang rapi. Meski demikian, dia sudah senang bisa membuat satu batang rokok kretek.

Untuk diketahui, jika pabrik rokok Apache sudah mengikutkan karyawannya dalam jaminan ketenagakerjaan, di Kabupaten Kediri masih ada ratusan perusahaan yang belum menerapkannya. Dari total 1.893 perusahaan, baru 1.196 perusahaan yang sudah mengikutkan pekerjanya dalam jaminan ketenagakerjaan.

Sisanya, ada 697 perusahaan yang belum mengikutkan jaminan ketenagakerjaan karyawannya. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri Ibnu Imad melalui Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Rina Endra Astutik mengungkapkan, ratusan perusahaan yang belum mengikutkan karyawannya dalam jaminan ketenagakerjaan itu mayoritas merupakan badan usaha mikro. “Untuk perusahaan besar dan kecil sudah (ikut jaminan ketenagakerjaan, Red),” paparnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #bupati dhito #berita viral #berita terbaru #bupati kediri