Muhammad Teguh Abdullah, salah satu petugas keamanan Hutan Joyoboyo mengungkapkan, dia bersama tim keamanan beberapa kali mendapati pengunjung yang berbuat asusila di sana. Mayoritas merupakan pasangan muda-mudi.
Aksi pengunjung yang tak patut itu bisa ditemui langsung atau lewat pantauan Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di sana. “Kami foto (dari monitor CCTV) dan kita datangi. Kalau masih seperti itu, terpaksa kita suruh meninggalkan taman,” kata Teguh.
Selain mendapati aksi amoral, petugas keamanan juga sering mendapati orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masuk ke area taman. Demikian pula anak-anak muda yang mabuk-mabukan. Tak jarang mereka merusak fasilitas yang ada di dalam taman.
Seperti halnya perlakuan pada pengunjung yang berbuat asusila, Teguh menyebut pihaknya langsung mendatangi orang-orang tersebut. Kemudian, meminta mereka meninggalkan taman.
“Beberapa kali juga ada bapak-bapak yang masuk ke taman terus menunjukkan itunya (kemaluan, Red) ke pengunjung perempuan. Langsung kami halau untuk meninggalkan taman. Dari kemarin kelihatannya sudah nggak ke sini lagi,” aku Teguh yang juga sering mendapat laporan dari pengunjung terkait gangguan tersebut.
Dikatakan Teguh, di Hutan Joyoboyo total ada sembilan CCTV. Dari jumlah tersebut, satu unit CCTV dalam kondisi mati. “Kami sudah diinstruksikan untuk meningkatkan keamanan (setelah viral tindakan asusila di Taman Brantas, Red),” jelas Teguh sembari menyebut petugas keamanan kini menambah volume patroli taman.
Pantauan koran ini, salah satu kamera CCTV yang rusak adalah yang mengarah ke area playground. Area ini terletak di ujung utara dan paling belakang kompleks hutan seluas sekitar tiga hektare tersebut.
Sementara itu, Anisah, 50, salah satu pengunjung berharap keamanan dan ketenteraman di area taman tetap terjaga. Sebab, dia mengaku sering berkunjung ke sana bersama keluarganya untuk melepas penat.
“Tempatnya enak. Saya lihat juga ada kamera CCTV yang 360 derajat. Semoga bisa tambah aman,” harap warga Gurah yang kemarin berkunjung ke Hutan Joyoboyo bersama putrinya itu.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri M. Anang Kurniawan melalui Sekretaris DLHKP Ronni Yusianto mengatakan, pihaknya akan menambahkan CCTV di sejumlah taman Kota Kediri. Ronni menjelaskan, CCTV di area Hutan Joyoboyo lebih canggih. “Di hutan kota CCTV-nya bisa di-zoom dan diputar 360 derajat,” ujar papar Ronni.
Praktis, petugas dapat mengendalikan pergerakan kamera dari ruang pemantauan untuk memudahkan pengawasan. Selain pengawasan lewat CCTV, petugas keamanan dan petugas kebersihan yang ada di sana juga dioptimalkan untuk pengawasan. Selama taman beroperasi, petugas kebersihan juga diminta ikut mengawasi taman. Demikian pula saat taman sudah tutup.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah