Perekaman bio visa merupakan syarat yang harus dipenuhi. Terlebih, hal itu kebijakan langsung pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji 2023. Kholiq mengatakan, perekaman bio visa merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pemerintah Arab dan Indonesia. Sebagai aplikasi bio visa bagi seluruh CJH. Melalui fitur biometrik wajah, sidik jari, dan foto paspor.
Dengan aplikasi tersebut, pengurusan visa haji cukup dengan input data diri, sidik jari, dan scan wajah. “Semuanya secara otomatis diinput dalam aplikasi visa bio untuk proses pembuatan visa oleh kedutaan Arab Saudi,” terangnya.
Hanya saja, perekaman bio visa tersebut sangat bergantung dengan kepemilikan paspor masing-masing CJH. Pasalnya, perekaman baru dapat dilakukan setelah CJH mengantongi paspor. “Ada yang masih menunggu paspor dari Imigrasi karena belum jadi,” ucap Kholiq.
Nantinya, setelah proses pembuatan paspor selesai, Kemenag segera merekam bio visa. “Setelah jadi (paspornya) baru proses bio visanya,” tandas pria yang tinggal di Kecamatan Wates tersebut.
Lebih lanjut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengungkapkan, penggunaan aplikasi tersebut sangat membantu. Pasalnya, memberi kemudahan dan kecepatan pemeriksaan CJH saat tiba di bandara Arab Saudi. “Dengan aplikasi visa bio diharapkan antrean panjang yang biasa dialami calon jemaah saat tiba di bandara Arab Saudi tidak terjadi lagi,” tandas Faiz.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah