Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Purnama mengungkapkan, tiga proyek yang ada di ruas Banyakan-Bolawen itu akan digarap bersamaan. Selanjutnya, proyek juga harus selesai akhir Juli atau awal Agustus nanti. “Waktu pengerjaannya tiga bulan. Jadi, awal Agustus harus sudah selesai semua,” kata Irwan.
Lebih jauh Irwan mengungkapkan, dari tiga proyek yang digarap bersamaan di akses menuju Bandara Internasional Kediri tersebut, satu di antaranya digarap oleh pemrakarsa Tol Kediri-Tulungagung. Yakni, pembangunan taper sepanjang 550 meter.
Taper, lanjut Irwan, dibangun mulai titik simpang susun Tol Kediri-Tulungagung di Bolawen hingga mencapai akses jalan utama Banyakan-Bolawen. Dengan dikerjakan bersamaan, diharapkan proyek bisa menyambung.
Selanjutnya, satu proyek lain yang juga harus dikerjakan bersamaan adalah pembangunan Jembatan Jatirejo. Rencana awal, jembatan selebar tiga meter itu hanya akan diperlebar. Tetapi, hasil justifikasi teknis yang dilakukan tim PUPR menegaskan kondisi jembatan yang rapuh.
“Ternyata abutmen jembatan di kanan dan kiri sudah retak. Tidak bisa lagi hanya diperlebar. Harus dibangun ulang,” lanjut Irwan tentang proyek yang juga membutuhkan waktu realisasi relatif panjang.
Kerusakan jembatan desa itu menurut Irwan karena jembatan tersebut banyak dilewati kendaraan besar saat akses utama Banyakan-Bolawen ditutup tahun lalu. “Kendaraan pengangkut material lewat di sana. Itu yang memicu kerusakan,” terang Irwan tentang anggaran pembangunan jembatan yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar tersebut.
Seperti halnya jalan, Irwan menegaskan jembatan yang terletak di sebelah kanan taper itu akan diperlebar hingga delapan meter. Sehingga, sudah cukup memadai untuk akses ke bandara. “Proyek jembatan nanti dikerjakan separo-separo sampai tuntas,” paparnya.
Seperti diberitakan, selain dua proyek tersebut Pemkab Kediri juga melanjutkan pembangunan jalan Banyakan-Bolawen. Proyek yang dianggarkan Rp 10 miliar itu akan dimulai minggu depan. Bersamaan dengan dua proyek lainnya.
Selama pengerjaan proyek yang waktunya ditarget hanya tiga bulan itu, pemkab akan menutup seluruh akses menuju ke lokasi. Sebagai gantinya PUPR akan menyiapkan jalur alternatif yang bisa dilewati oleh warga setempat.
Dinas PUPR memastikan proyek harus selesai tepat waktu. Sebab, pada awal Agustus nanti proyek bandara akan mulai soft launching. Sejumlah pejabat dari pemerintah pusat dipastikan akan menghadiri acara peresmian proyek yang diprakarsai oleh PT Gudang Garam tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah