Karenanya, hari ini pemkab akan membahas hal tersebut dengan perusahaan multinasional yang berpusat di Kediri itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) M. Solikin mengatakan, pihaknya sudah mengagendakan pembahasan pembangunan akses jalan menuju ke stadion. “Kami rapatkan karena akses jalannya nanti berada di dekat lahan milik GG,” kata Solikin.
Pria yang sebelumnya menjabat kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri ini menjelaskan, nantinya akses jalan akan digarap oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (dinas PUPR).
Terkait hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Irwan Chandra Wahyu Purnama membenarkan jika PUPR yang akan menggarap akses jalannya.
Akses jalan menurut Irwan Sangat penting. Koordinasi Dengan PT GG menurutnya diperlukan karena salah satu akses jalan yang disiapkan berada di dekat lahan milik GG. “Makanya perlu ada sinkronisasi. Harapannya l GG juga ikut mendukung pembangunannya (Stadion Kediri, Red).
Jangan sampai akses jalan ditutup,” urai Irwan. Lahan milik GG yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan jalan menurut Irwan Berada di sisi barat. Yakni, bisa tembus jalan kembar menuju ke SMPN 3 Grogol. “Sekarang jalan kembar itu dimanfaatkan untuk kendaraan angkutan bermuatan berat,” paparnya.
Irwan menegaskan, setelah pemkab berkoordinasi dengan GG, PUPR bisa menyiapkan kebutuhan anggaran dan waktu pengerjaannya. Sesuai rencana, pengerjaan akses jalan stadion itu paling lambat dilakukan tahun depan. “Panjangnya (jalan, Red) sekitar 850 meter saja,” tutur pria yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto Tersebut sembari menyebut lebar jalan diperkirakan sekitar enam meter.
Seperti diberitakan, Stadion Kediri yang dianggarkan Rp 150 miliar tahun ini akan dibangun di lahan seluas 10,5 hektare.Setelah penandatanganan kontrak dengan PT PP Urban, Bupati Hanindhito Himawan Pramana membahas teknis proyek selama dua hari berturut-turut. Yakni, sejak Senin (3/4) hingga Selasa (4/4).
Dalam pertemuan dengan PT PP Urban itu, ada beberapa desain yang diubah dalam proyek dengan konsep design and built (DB) tersebut.
Di antaranya, akses keluar dan masuk stadion yang dievaluasi agar penonton bisa lebih aman. Tidak hanya itu, Dhito juga mengubah keberadaan lintasan atletik yang semula di dalam stadion dipindahkan keluar stadion.
Hal tersebut menyesuaikan dengan standar FIFA. “Sesuai standar FIFA, tidak boleh ada lintasan atletik di dalam stadion,” bebernya.
Selain dua item tersebut, Dhito juga merevisi lokasi parkir hingga material pemadatan di sekitar stadion. “Semua direncanakan menggunakan paving, demi keamanan dan kekuatan bangunan diubah menjadi aspal. Lebih Mahal tidak masalah tapi nanti awet,” tegasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah