Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri Agus Sugiarto menyebut, ruangan bisa ditempati. “Kami sudah sampaikan ke bupati (Hanindhito Himawan Pramana, Red) untuk progres tahap dua. Jika bangunan sudah bisa difungsikan,” terang pria berkacamata itu.
Siapa yang kelak memanfaatkan? Organisasi perangkat daerah yang bisa memanfaatkan ruangan untuk berkantor di sana adalah dinas pariwisata dan kebudayaan. Instansi itulah yang kelak mengurus semua kegiatan di museum.
Seperti pernah disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Adi Suwignyo, Museum Jayabaya diharapkan tidak hanya sebagai tempat menampung benda-benda purbakala. “Museum ini harus menarik minat warga untuk mengetahui semua peninggalan di Kediri,” ucapnya.
Karena itu, pemkab berupaya mengembalikan benda-benda peninggalan sejarah masa lalu yang masih berada di museum luar. Salah satunya Prasasti Harinjing yang kini berada di museum nasional Indonesia di Jakarta.
Selain benda bersejarah, konsep museum ini harus lebih modern. Nanti akan ditambahkan pertunjukan seni tari atau lainnya yang bisa menghibur pengunjung. Bahkan, nantinya menyiapkan tema-tema tertentu untuk ditampilkan.
Hingga saat ini, museum belum ditempati karena posisinya belum selesai semua. Wignyo khawatir bila ditempati keamanannya tidak terjamin. Instansinya masih menunggu sampai benar-benar siap dan keamanannya terjamin.
Hingga kini, dinas perkim menyelenggarakan lelang untuk perencanaan pembangunan museum. Pemkab menyediakan anggaran Rp 325 juta untuk penambahan bangunan, seperti tempat parkir atau pagar. Hingga Kamis (30/3), proyek ini masih proses lelang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah