Warga terdampak tersebut mengeluhkan merebaknya bau busuk di sekitar permukimannya. Terutama ketika terjadi hujan. Tak hanya itu, saat embusan ada angin bau tersebut kian menyengat.
“Ambune teko kene-kene (baunya sampai di sini-sini) Mbak,” ungkap Kartini, 72, warga Dusun Tambakwirang, Desa Sidowarek, Plemahan.
Hal senada diungkapkan Kartini, 53, warga yang berada di Dusun Recosolo, Desa Puhjarak, Plemahan. Dia mengaku, juga sering mencium bau tak sedap dari TPA Sekoto. Imbasnya, anaknya sempat tak konsentrasi mengikuti pelajaran lantaran bau menyengat yang tiba-tiba datang.
“Pas anakku SMP pernah sampai pusing gara-gara baunya,” ungkap perempuan ini menceritakan pengalaman anaknya yang waktu itu bersekolah di SMP Negeri 2 Plemahan.
Meski begitu, wanita yang telah 15 tahun tinggal di dusun tersebut mengaku, belum pernah mendapat kompensasi. Padahal jalan aspal di Dusun Recosolo tiap hari dilewati truk pengangkut sampah.
Padahal pantauan koran ini, beberapa dusun yang berada di Desa Sekoto, Kecamatan Badas telah mendapatkan kompensasi berupa beras. Itu dirasakan warga terdampak TPA dari Dusun Puhrejo dan Sukosari. Mereka mendapatkannya sekali dalam satu tahun. Biasanya diberikan ketika menjelang hari raya Idul Fitri.
“Setiap tahun dapat beras 10 kilogram (kg). Lalu, semua dusun sini dapat KIS (Kartu Indonesia Sehat),” aku Miswadi, 47, warga Dusun Puhrejo, Desa Sekoto, Kecamatan Badas.
Sementara yang terdampak di Sidowarek, Plemahan tak mendapatkannya. Padahal, bau menyengat kerap mereka alami seperti yang terjadi di Dusun Puhrejo. Kartini mengaku, tak pernah mendapat kompensasi berupa beras seperti di Dusun Puhjarak. Di Dusun Tambakwirang, para tetangganya pun kerap mengeluhkan hal yang sama. Meski begitu, mereka tak pernah menyampaikan ke pihak desa.
Alasannya, pesimistis suaranya akan didengar. “Nggak berani Mbak rakyat biasa kayak kita, diam aja. Seharusnya pamonge (perangkat desa) ya inisiatif,” lontarnya berseloroh.(c2/ndr)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah