Pantauan koran ini kemarin, belasan wisma yang ada di sana masih buka hingga kemarin. Termasuk beberapa tempat karaoke yang pintunya dalam kondisi terbuka. Diduga kuat, selain karaoke dan hiburan masih ada praktik prostitusi di kawasan yang terletak di Jl Proborini tersebut.
Camat Ngadiluwih Harminto melalui Sekretaris Camat Nadlirin mengungkapkan, pihaknya bersama Koramil Ngadiluwih dan Polsek Ngadiluwih akan rutin melakukan patroli begitu SE Bupati tentang Ibadah Ramadan turun. “Biasanya (SE Bupati, Red) turun H-2 atau H-3 sebelum Ramadan,” kata Nadlirin.
Sebelum melakukan penertiban, Nadlirin menyebut Forum Muspika akan melakukan sosialisasi kepada pemilik belasan wisma di sana. Dia berharap seluruh pengelola menuruti instruksi tentang tutupnya tempat hiburan dan eks lokalisasi selama Ramadan tersebut.
Terpisah, Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budhi menuturkan, pihaknya masih menunggu surat edaran dari pemkab sebelum melakukan penertiban. “Kami masih tunggu surat dari pemkab (sebelum menertibkan eks Lokalisasi Krian, Red),” jelasnya.
Sementara itu, para pemilik wisma dan tempat hiburan di eks Lokalisasi Krian terlihat pasrah mendengar rencana penutupan kompleks hiburan itu. Alasannya, sebelum ditutup pun lokasi yang dulu ramai pengunjung itu sudah sepi sejak pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. “Sebenarnya miris juga bekerja di sini. Tapi situasi dan kondisi yang memaksa,” ujar Tun, salah satu pemilik tempat hiburan di sana.
Diakui Tun, belakangan orang yang bekerja di sana adalah pendatang. Mereka mengaku memilih tinggal atau bekerja di sana karena sudah lama hidup sendiri. “Sering juga ada kunjungan di sini (dari dinas dan Kemenag, Red). Ditanya kenapa memilih bekerja di sini. Ya, saya jawab, Tidak ada ceritanya manusia hidup cita-citanya jadi orang seperti ini,” kenangnya getir.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah