Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Disbudpar Belum Tinjau Situs Kuno 

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 9 Maret 2023 | 17:01 WIB
BERNILAI SEJARAH: Kepala Desa Klampisan Mohammad Fajri menunjukkan salah satu benda bersejarah yang ditemukan di situs reruntuhan kuno di Dusun Glatik, Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan. (Foto: Asad M.S)
BERNILAI SEJARAH: Kepala Desa Klampisan Mohammad Fajri menunjukkan salah satu benda bersejarah yang ditemukan di situs reruntuhan kuno di Dusun Glatik, Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan. (Foto: Asad M.S)
KANDANGAN, JP Radar Kediri– Penemuan reruntuhan kuno di Dusun Glatik, Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan belum ditangani dinas budaya dan pariwisata (disbudpar). Pasalnya, mereka masih fokus persiapan acara hari jadi Kabupaten Kediri. “Saat ini masih fokus persiapan seminar (salah satu rangkaian HUT Kabupaten Kediri),” jelas Kabid Sejarah dan Purbakala Disbudpar Eko Priatno

Dia mengaku, belum meninjau ke lokasi. Namun, sudah koordinasi dengan komunitas yang melakukan peninjauan. Setelah acara HUT, Eko berjanji, dengan tim akan segera observasi. Pihaknya menyerahkan ke desa soal langkah yang akan diambil terkait penemuan itu. “Yang jelas, kalau sudah didata, walaupun belum ditetapkan maka perlakuannya sama. Dilindungi undang-undang,” paparnya.

Eko mengatakan, disbudpar lebih memprioritaskan situs-situs bernuansa Kediri. Meski begitu yang lain tetap diperhatikan. Ia menjelaskan, yang berkewajiban melestarikan tidak hanya dari pemerintah kabupaten. Namun sinergi dengan pemerintah desa. “Membangun itu gampang, tapi seterusnya gimana kan harus bekerlanjutan,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Klampisan Mohammad Fajri menyatakan, sudah berencana mengumpulkan artefak-artefak itu ke satu titik. Ini agar lebih terawat dan aman. “Rencananya dikumpulkan di satu titik di Pundensari Glatik,” jelasnya.

Ke depan, Fajri berniat menjadikan Klampisan desa wisata sejarah. Namun, realisasinya belum bisa memastikan. “Suatu saat nanti banyak peninggalan yang terkumpul baru bisa direalisasikan,” imbuhnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri viral #situs kuno #Disbudpar Kabupaten Kediri #disbudpar #kediri news