Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jalan Berlubang, Warga Grogol Tancap dengan Galon dan Plastik

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 6 Maret 2023 | 18:43 WIB
CEGAH KEJEGLONG: Pengendara melintasi jalas aspal berlubang yang ditancapi galon dengan bendera plastik putih di tikungan Sonorejo, Wonoasri di Kecamatan Grogol (4/3). (Foto: Asad)
CEGAH KEJEGLONG: Pengendara melintasi jalas aspal berlubang yang ditancapi galon dengan bendera plastik putih di tikungan Sonorejo, Wonoasri di Kecamatan Grogol (4/3). (Foto: Asad)
GROGOL, JP Radar Kediri– Kondisi jalan jalur Pasar Gringging, sepanjang Wonoasri-Cerme-Grogol, rusak berat. Aspalnya terkelupas. Berlubang di sana-sini. Pengguna kendaraan harus ekstra hati-hati bila tak ingin terjerembab. Atau teperosok lubang nan dalam.

“Tak jarang lubang-lubang itu menimbulkan kecelakaan,” ujar Nuryaqin, 52, warga sekitar. Dia mengaku, beberapa warga sempat inisiatif memasang palang. Namun batal lantaran jalan ramai. “Takutnya tambah macet karena menghindari palang,” imbuhnya.

Pantauan koran ini, di area sekitar Pasar Gringging, sepanjang 400 meter terhitung ada 46 lubang. Ukurannya beragam. Ada yang 28 sentimeter (cm). Ada juga yang diamaternya sampai 94 cm. Kedalamannya ada yang 19 cm.

Gara-gara jalan rusak itu, Nur mengatakan, persimpangan traffic light Pasar Gringging, Santrenkidul, Cerme, kerap macet. Selain pasar yang kerap ramai, kemacetan juga disebabkan jalan berlubang. Pengendara berhati-hati sehingga melaju lambat. Alhasil antrean kendaraan jadi panjang. “Biasanya habis kena lampu merah, orang juga menghindari lubang, jadi lambat jalannya,” paparnya.

Kondisi diperparah ketika hujan. Lubang tergenang air tidak terlihat. “Kalau hujan, kendaraan biasanya semakin lambat (melajunya),” jelas laki-laki yang rambutnya sudah memutih itu.

Di Wonoasri, warga memberi tanda lubang dengan galon dipasang kayu diberi plastik putih. Mereka memberi tanda demi mencegah kendaraan teperosok. “Supaya tidak ada yang kejeglong (teperosok),” ujar Yuliana Istifadah, 24, warga yang bekerja menjaga toko.

Terpisah, Ketua Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Malik Abdul Aziz mengatakan, jalur tersebut merupakan jalan provinsi. Dalam hal ini, pihaknya hanya bisa membantu melaporkan ke pemerintah provinsi. “Yang bisa kami lakukan (membenahi) ruas-ruas siripnya yang merupakan jalan kabupaten,” jelas Aziz.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #berita viral #berita terbaru #berita kediri hari ini