Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sah! Pamenang Jadi Nama Ibu Kota Kabupaten Kediri, Ini Alasannya

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 23 Februari 2023 | 22:48 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Menjelang Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1219 pada 25 Maret mendatang, Pemkab resmi menetapkan Pamenang menjadi nama ibu kotanya. Penetapan tersebut dilakukan pada rapat paripurna yang digelar DPRD Kabupaten Kediri pada Senin lalu (13/2).


“Hasil rapat paripurna telah menyepakati bersama, bahwa nama ibu kota (Kabupaten) Kediri nantinya akan berubah menjadi Pamenang,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Dhito ini, pemilihan Pamenang sebagai nama ibu kota Kabupaten Kediri harus melalui proses yang panjang. Diskusi dilakukan bersama dengan kalangan budayawan dan sejarawan, juga kajian bersama akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Hasilnya, akan diajukan ke DPRD Kabupaten Kediri untuk mendapat persetujuan.

Penetapan nama Pamenang sebagai ibu kota Kabupaten Kediri dalam rapat paripurna tersebut sesuai dengan pasal 5 Permendagri No. 30/1012 tentang Aturan Pemberian Nama Daerah, Perubahan Nama Ibu Kota, dan Pemindahan Ibu Kota. Dalam peraturan tersebut disebutkan harus dilakukan melalui sidang paripurna. Setelah disetujui, pemkab langsung mengirimkan perubahan nama ibu kota tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pemprov Jatim

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto menjelaskan, penetapan nama ibu kota Kabupaten Kediri sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri (Permendagri). Yakni, setiap kabupaten/kota harus merumuskan nama Ibu kota. Di Kediri terbagi dalam dua wilayah. Yaitu, Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Karenanya, nama ibu kota Kabupaten Kediri harus lepas dari Kota Kediri.

“Hal itulah yang mendasari dilakukan perumusan nama ibu kota Kabupaten Kediri,” terangnya.

Selain Pamenang, sebelumnya juga muncul tiga nama alternatif lain. Mulai dari Daha, Panjalu, dan Jenggala. Nama-nama itu berdasar pada penjaringan aspirasi masyarakat dan naskah akademik dari Unesa. Namun pada akhirnya Pamenang-lah yang dianggap paling mewakili.

“Saya rasa nama itu sudah fasih (sangat lekat) untuk masyarakat Kediri, maka kita ambil Pamenang,” paparnya.

Kenapa akhirnya Pamenang? Dari hasil diskusi yang digelar tahun lalu, Pamenang atau Mamenang memiliki kata dasar menang. Yang berarti superior, atau kemenangan. Sedangkan imbuhan pa pada Pamenang diartikan sebagai orang yang memenangkan. Dodi memastikan perubahan nama ibu kota Kabupaten Kediri itu tidak akan mengubah identitas warga dalam administrasi kependudukan.

 

  Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #simpang lima gumul #ibu kota kediri