Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan, jalan-jalan yang melapisi tol Kediri-Kertosono dan Kediri-Tulungagung akan digenjot tahun ini. “Pembangunan jalan di simpang Bolawen (terusan Jl PB Sudirman Banyakan, Red) akan dilanjutkan,” kata pria yang akrab disapa Mas Dhito ini.
Selain akses jalan, menurutnya Mei nanti pembangunan Jembatan Jongbiru juga bisa dimulai. Akses yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Kediri itu kelak akan menjadi jalan alternatif menuju Bandara Kediri. “Kami terus bekerja keras menyelesaikan infrastruktur pendukung, terutama di kawasan barat sungai,” tandas Mas Dhito.
MASYARAKAT:
Bupati Dhito
(kiri) saat
mengecek proyek
Jembatan Ngadi
yang Januari
ini sudah bisa
dimanfaatkan
warga Kabupaten
Kediri dan
Tulungagung. (Foto: Dinas Kominfo Kabupaten Kediri For JPRK)
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Moch. Saleh Udin menambahkan, ada dua scenario pembiayaan yang akan diterapkan untuk kelanjutan pembangunan Jl PB Sudirman hingga simpang empat Bolawen. Yaitu, menggunakan bantuan keuangan (BK) Pemprov Jatim senilai Rp 10 miliar.
Jika sampai bulan tertentu anggaran belum cair, pemkab akan mengalihkan beberapa program prioritas jalan di Kabupaten Kediri untuk membiayai pelebaran jalan di sana. “PT Surya Kerto Agung dan PT SDHI akan menutup kekkurangan (pelebaran jalan, Red) menuju bandara,” jelasnya.
Lebih jauh pria yang akrab disapa Udin ini menyebut ruas jalan di perbatasan Kota Kediri sampai Pasar Gringging sepanjang sekitar tiga kilometer juga akan diperlebar. “Anggarannya senilai Rp 24 miliar. Pembangunannya nanti dilakukan oleh PU Bina Marga Provinsi Jatim,” jelas Udin.
Berkat lobi Mas Dhito, proyek pelebaran jalan di sana menurut Udin bisa dimulai Maret nanti. “Jalannya nanti akan dimentokkan ke kanan dan kiri. Bisa bertambah sampai dua meter,” paparnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah