Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pasar Buah Ditukar Rest Area Tol?

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 17 Januari 2023 | 20:43 WIB
AKAN DIRELOKASI: Pedagang Pasar Banyakan nantinya akan dipindah ke tempat baru karena lapak mereka terdampak pembangunan tol Kediri-Kertosono. Pasar Buah Banyakan yang juga terkepras akan dimintakan kompensasi rest area. (Foto: Wahyu Adji)
AKAN DIRELOKASI: Pedagang Pasar Banyakan nantinya akan dipindah ke tempat baru karena lapak mereka terdampak pembangunan tol Kediri-Kertosono. Pasar Buah Banyakan yang juga terkepras akan dimintakan kompensasi rest area. (Foto: Wahyu Adji)
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pemkab Kediri tengah fokus menginventarisasi aset mereka yang terdampak proyek strategis nasional (PSN). Termasuk Pasar Buah Banyakan yang terkepras untuk tol Kediri-Kertosono. Sebagai kompensasinya, pemkab meminta agar Bumi Panjalu mendapat fasilitas rest area.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kediri M. Erfin Fatoni mengungkapkan, sesuai trase tol Kediri-Kertosono, Pasar Buah Banyakan akan terdampak proyek jalan bebas hambatan tersebut. “Tidak semua area pasar buah terkena, makanya kami memberi alternatif usulan pengganti lahan pasar itu dengan fasilitas rest area,” kata Erfin.

Photo
Photo
(Foto: Wahyu Adji)

Hal tersebut menurut Erfin sudah disampaikan ke PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) yang menjadi pemrakarsa tol Kediri-Kertosono. Hingga kemarin menurut Erfin pihaknya masih menunggu kepastian dari pemrakarsa tersebut.

Lebih jauh Erfin menjelaskan, area Pasar Buah Banyakan yang terdampak tol hanya sebagian kecil saja. Karenanya, meski sentra mangga di Kabupaten Kediri itu terpakai untuk proyek strategis nasional, pedagang tetap bisa berjualan di sana. Karenanya, pemkab meminta kompensasi keberadaan rest area untuk bisa menambah potensi pemasukan daerah. “Ini akan sangat menguntungkan daerah,” lanjut Erfin.

Bagaimana dengan Pasar Banyakan di sisi selatan yang juga terkena proyek tol? Erfin menyebut pasar desa itu merupakan aset Pemdes Banyakan. Pemkab menurutnya akan menyerahkan kepada pihak desa untuk mencari lahan pengganti. Sehingga, pedagang bisa berjualan di pasar yang baru.

Terkait proses tukar gulingnya, Erfin menuturkan pemkab akan mengomunikasikan hal tersebut dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang. “(KPKNL, Red) akan membantu appraisal (penaksiran harga tanah, Red) dalam menentukan nilai tukar menukarnya,” terang Erfin.

Photo
Photo
(Ilustrasi: Afrizal)

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih juga menunggu hasil koordinasi BPKAD dan pemrakarsa tol. Jika usulan rest area gagal, pihaknya akan menyiapkan relokasi tempat para pedagang pasar buah.

“Sebenarnya yang resmi menempati pasar buah itu orangnya sedikit. Yang banyak itu pedagang musiman,” tegas perempuan yang secara definitif menjabat kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP) tersebut. Diakui Tutik, jumlah pedagang musiman itu lebih banyak dan tidak masuk data base. Meski demikian, pemkab tidak akan mengesampingkan keberadaan mereka. Jika pun nanti harus relokasi, Tutik pedagang tersebut tetap akan masuk komponen kajian.

Ditanya tentang tahapan relokasi pedagang, diakui Tutik tahapnya masih panjang. Setidaknya pemkab membutuhkan kajian dari badan penelitian dan pengembangan daerah (balitbangda). Setelah itu, barulah lokasi relokasi ditentukan dan dimulai proses pemindahan.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, PT JNK berencana membangun rest area tol tipe  A berada di wilayah Kabupaten Nganjuk. Dalam perjalanannya Kabupaten Kediri meminta agar rest area juga dibangun di Bumi Panjalu. Jika usulan pemkab diakomadasi, berarti PT JNK harus menurunkan tipe rest area di Nganjuk menjadi tipe B. Sebab, untuk rest area tipe A, jarak minimalnya 20 kilometer. Sehingga, tidak memungkinkan ada bangunan lain di Kabupaten Kediri.

Adapun untuk tipe B, jarak antar-rest area 10 kilometer. Sehingga, memungkinkan dibangun dua rest area di Kediri dan Nganjuk. Perubahan inilah yang masih dalam tahap pembahasan dengan PT JNK.

Sayang, Pimpinan Proyek Tol Kediri-Kertosono Eko Budi Siswandi belum bisa dikonfirmasi terkait permintaan Pemkab Kediri tersebut. Beberapa kali dihubungi melalui ponselnya, tidak diangkat. Pesan yang dikirim koran ini lewat WhatsApp juga tidak dibalas. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita viral kediri hari ini #radar kediri #berita radar kediri terbaru #kediri update #kediri hari ini #kediri viral #kediri info #kediri terbaru #kediri hits #berita kediri hari ini #berita terbaru seputar kediri #berita viral seputar kediri #kabar kediri #kediri news #kediri terkini