Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, penggalian makam dimulai sekitar pukul 06.30. Lima pekerja terlihat menggali beberapa makam yang ada di dekat masjid Desa Jongbiru.
Adalah makam Dimyatin, warga setempat yang digali pertama kali. Tiga jam menggali makam lama itu, ternyata kerangka tak kunjung ditemukan. “Penggaliannya butuh agak dalam karena pemakaman ini sempat ditimbun material baru,” kata Abdurrohman, ahli waris yang menunggui proses pemindahan makam kemarin.
Setelah tak kunjung menemukan kerangka almarhum Dimyatin, pekerja memutuskan menggali dua makam lainnya. Di dua makam tersebut, pekerja tak kesulitan menemukan kerangka yang rencananya akan dipindahkan.
Untuk diketahui, total ada 10 makam yang akan dipindahkan oleh panitia. Sebab, lokasi makam-makam tersebut terdampak pelebaran jalan Desa Jongbiru yang menjadi akses menuju Jembatan Mrican.
Pria yang juga menjabat Kaur Kesejahteraan Masyarakat Desa Jongbiru itu kembali menegaskan jika pemindahan 10 makam sudah mendapat persetujuan ahli waris. Selain penggalian dua makam kemarin, pekerja akan melanjutkan penggalian makam hari ini.
"Untuk pemindahan makam ini, pemkab juga memberikan bantuan," terang Abdurrohman sembari menyebut dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) menyerahkan uang Rp 18 juta untuk pembongkaran makam. Uang tersebut juga digunakan untuk doa bersama atau selamatan, hingga perbaikan makam kelak.
Dikatakan Abdurrohman, di kompleks pemakaman itu ada sekitar 70 pusara. Makam yang paling tua berusia sekitar 60-70 tahun. Sedangkan yang baru dimakamkan sekitar tujuh tahun lalu.
Camat Gampengrejo Zainuri menuturkan, pemindahan makam mulai kemarin memang jadi bagian dari proses pembebasan lahan untuk pelebaran jalan untuk akses Jembatan Mrican. "Alhamdulillah tidak ada konsinyasi. Semua warga desa yang terdampak sudah setuju," jelasnya sembari menyebut akses jalan harus diperlebar karena akan jadi jalan penunjang ke Bandara Dhoho Kediri. Yakni, dari jalan nasional Kediri-Kertosono yang rencananya diperlebar menjadi empat lajur.
Zaenuri menegaskan, pelebaran jalan akan dilakukan tahun ini. Dia memprediksi proyek akan dimulai April mendatang. Adapun Januari ini masih dalam tahap lelang dan persiapan administrasi lainnya.
Seperti diberitakan, pembangunan Jembatan Mrican yang menghubungkan Kabupaten dan Kota Kediri akan menggunakan anggaran dari pusat. Sedikitnya dibutuhkan dana Rp 80 miliar untuk merealisasikan jembatan dengan girder beton itu.
Awal Januari lalu Dinas PUPR Kabupaten Kediri sudah menyerahkan desain ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan terkait detail kelanjutan proyek, pemkab masih menunggu koordinasi terbaru dengan pemerintah pusat. Editor : Anwar Bahar Basalamah