Peningkatan pembeli solar, salah satunya, terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.641.45 Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo. Kenaikan permintaan bisa mencapai 30 persen bila dibandingkan hari-hari sebelumnya. Dan itu sudah berlangsung dalam seminggu terakhir ini.
“Belum sampai malam solarnya sudah habis,” terang pengawas SPBU Putih Edy Prayitno kemarin (13/12), ketika ditemui sekitar pukul 14.30.
Meskipun tidak dikurangi, menurut Edy, stok solar terbatas. Dalam sehari hanya tersedia 8 ribu liter. Pasokan yang diberikan oleh Pertamina saat akhir tahun ini juga sama dengan tahun sebelumnya.
“Sekali pengisian 16 ribu liter. Stok untuk dua hari,” bebernya.
Karena solar menjadi salah satu bahan bakar minyak yang disubsidi Pemerintah maka penggunaannya pun dibatasi. Menurut Edy, tidak semua kendaraan bisa menggunakan solar subsidi. Yang dilarang adalah kendaraan dinas TNI/Polri, truk molen cor, dan truk tangki Pertamina. Kendaraan khusus itu bisa menggunakan jenis Dexlite dan Pertamina Dex.
Selain kendaraan tersebut bisa menggunakan solar. Dengan syarat menggunakan barcode.
“Di Kabupaten Kediri, penerapan barcode ini baru dilaksanakan setelah Natal (26/12, Red),” akunya.
Petugas SPBU diminta melayani pelanggan yang ingin membeli bahan bakar solar. Bagi yang belum membuat barcode maka dijatah hanya 40 liter saja. Para pelanggan yang belum mendapatkan barcode QR diminta segera melengkapi sehingga saat penerapan tidak mengalami kesulitan. Kalau nanti sudah diterapkan maka kendaraan yang tidak punya barcode tidak bakal dilayani untuk mengisi solar bersubsidi.
Beberapa perusahaan ada yang mengurus barcodenya secara kolektif. Untuk mendaftar barcode tersebut, pengendara roda empat tidak harus menggunakan aplikasi mypertamina. Mereka bisa membuka di mesin pencari dengan mengetik ‘subsidi tepat’
Di kolom paling bawah nanti ada kolom untuk pengisian pendaftarannya. Lewat barcode, setiap kendaraan yang mengisi bahan bakar solar akan dibatasi. Pembatasan itu sudah tersistematis dari pusat. Informasi yang dihimpun koran ini, jatah solar untuk satu kendaraan per hari bisa 80 liter hingga 200 liter. Dia mengimbau para pengendara yang menggunakan bahan bakar solar bisa segera mendaftarkan kendaraannya lewat barcode.
Sementara itu, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial and Trading Irto Ginting menegaskan, stok solar di akhir tahun ini masih aman. Dia juga memastikan tidak ada pengurangan sampai nanti adanya Nataru. “Dari stok nasional saja ada 20 hari dan terus kita produksi,” katanya. Editor : Anwar Bahar Basalamah