Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pisang ‘Tumbuh’ di Jalan yang Banyak Lubang

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 28 November 2022 | 16:53 WIB
PENANDA: Pengendara melintasi jalanan rusak yang ditanami pisang oleh warga di Desa Paron, Kecamatan Ngasem kemarin. (Rekian/JPRK)
PENANDA: Pengendara melintasi jalanan rusak yang ditanami pisang oleh warga di Desa Paron, Kecamatan Ngasem kemarin. (Rekian/JPRK)
KABUPATEN, JP Radar Kediri- Rusaknya jalan di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri membuat warga gerah. Mereka akhirnya mencari cara sendiri agar jalan rusak tersebut tak memakan korban. Yaitu menanaminya dengan pohon pisang.

Pemandangan itu, setidaknya, terlihat di dua lokasi. Di Desa Paron, Kecamatan Ngasem dan di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras. Di Paron, lubang yang terjadi hingga sedalam 10 sentimeter.

“Kalau yang meninggal belum ada. Tapi yang jatuh sering. Korban paling banyak pedagang di SLG,” jelas Shodiq, warga Paron.

Hal serupa juga terjadi di Kanigoro. “Hampir setiap bulan ada pengendara yang jatuh,” aku Suparno, warga setempat.

Jalan berlubang  di Kanigoro mencapai hampir 2 kilometer. Namun yang ditancapi pohon pisang hanya empat titik. Yaitu yang lubangnya paling dalam. Sedangkan di Paron, lubang terdalam juga ditanampi pisang. Yang lain hanya diberi batang bambu yang ditancapi bendera.

Menurut Shodiq, penyebab rusaknya jalan di Paron adalah truk dengan muatan berat. Tonase kendaraan tak selaras dengan kekuatan jalan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Irwan Chandra Wahyu Purnama mengaku akan melakukan pengecekan ke lokasi. Menurutnya, sejak musim penghujan, laporan kerusakan jalan terus meningkat. Salah satu penyebabnya adalah kondisi drainase yang buruk.

“Perlu ada kesadaran masyarakat, ketika ada sumbatan di drainase harus segera dibersihkan,” katanya. Dia menganggap sumbatan akibat sampah pada drainase itu membuat air menggenang di jalan dalam waktu lama. Kondisi itu menyebabkan fisik jalan mudah rusak.

Meski begitu, Irwan mengklaim bila pihaknya sudah punya jadwal untuk penambalan jalan. “Tentu kami akan melakasanakan skala prioritas,” ucapnya. Untuk diketahui, PUPR sebelumnya telah memperbaiki kerusakan jalan di Desa Mondo, Kecamatan Mojo. Kerusakan jalan tersebut sempat mendapat perhatian publik karena tulisan di banner ‘bukan kolam ikan’. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#desa paron #radar kediri #kabupaten kediri #berita terkini #seputar kediri #berlubang #kediri #harmoni kediri #info kediri raya #info kediri #seputar kediri lagi #kecamatan kras #kediri raya #jalan #info terkini #desa kanigoro #kecamatan ngasem #berita kediri hari ini #berita kediri #update kediri