Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Telanjur DP Rumah, Tunggu Appraisal Tanah Tol Kediri-Kertosono

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 4 November 2022 | 17:21 WIB
TERKATUNG-KATUNG: Warga Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan beraktivitas di tanah mereka yang akan terdampak pembangunan tol Kediri-Kertosono. (Foto: Rekian)
TERKATUNG-KATUNG: Warga Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan beraktivitas di tanah mereka yang akan terdampak pembangunan tol Kediri-Kertosono. (Foto: Rekian)
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Hasil pendataan tanah terdampak tol di Desa Ngablak, Banyakan tak kunjung diumumkan hingga kemarin. Belum adanya kepastian harga tanah tersebut membuat warga mulai resah. Terutama mereka yang telanjur memberi down payment (DP) tanah dan rumah baru.

Seperti diungkapkan oleh Sukarti, 61. Warga Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan itu mengaku sudah mencari tanah dan rumah pengganti di Desa Sonorejo, Grogol. “Saya sudah DP Rp 5 juta untuk tempat baru tapi sampai sekarang lahan saya belum dibeli padahal sudah didata,” keluhnya.

Sesuai hasil sosialisasi di Balai Desa Ngablak beberapa bulan lalu, panitia pembebasan tanah tol Kediri-Kertosono dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut akan melakukan pembayaran tanah pada Oktober lalu. Karena itu pula, lansia itu buru-buru mencari lahan pengganti.

Kenyataannya, hingga awal November ini appraisal atau penaksiran harga tanah belum kunjung dilakukan.  Warga terdampak menurut Sukarti sudah berusaha menanyakan hal tersebut ke pemerintah desa. Tetapi, tidak ada yang tahu kapan pembebasan tanah dimulai.

Sesuai rencana, pengumuman hasil pendataan tanah terdampak oleh tim satuan tugas (satgas) A dan B akan dilakukan kemarin. Tetapi, hingga pukul 15.00 papan pengumuman di balai desa masih kosong.

“Katanya hari ini (kemarin, Red) diumumkan tapi di kantor desa belum ada. Bisa mundur lagi waktunya,” terang Sukarti terlihat kecewa. Dia mengaku butuh kepastian tentang pembebasan lahan karena telanjur menyiapkan rumah baru.

Yakni, dengan membeli tanah dan rumah seluas 25 ru seharga Rp 355 juta. Dia berharap harga beli tanahnya nanti bisa lebih mahal dari jumlah tersebut. Sehingga, dia dan keluarga tidak perlu merogoh kocek lagi di hunian barunya.

Untuk diketahui, semula Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Kediri menjadwalkan pengumuman pada Kamis (3/11) kemarin. Sebelumnya,

Sekretaris BPN Kabupaten Kediri Sapto mengaku sebelum mengumumkan pendataan karena harus melakukan pencocokan data terlebih dahulu.

“Hari ini (kemarin, Red) aplikasinya trouble,” papar Sapto sembari menyebut pihaknya menjadwalkan ulang pengumuman hasil pendataan pada Senin (7/11). Jika pengumuman benar-benar dipasang Senin nanti, berarti empat desa terdampak tol di Kecamatan Banyakan sudah diumumkan. Sebab, Desa Sendang, Banyakan, dan Maron sudah diumumkan lebih dulu. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #seputar kediri #tol kediri #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #tol kediri kertosono #pembangunan tol #tol Kediri-Kertosono #kediri lagi #pembangunan tol kediri kertosono #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news