Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mohamad Solikin mengungkapkan, sedikitnya ada 1.006 PPPK yang diusulkan. “Paling banyak untuk formasi guru,” kata Solikin ditemui di sela-sela acara pelatihan dasar (latsar) CPNS 2021 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Grogol kemarin.
Lebih jauh Solikin menjelaskan, dari ribuan usulan tersebut, pihaknya hanya mengajukan formasi tenaga teknis yang kurang dari 20 pegawai. Selanjutnya, 150 formasi tenaga kesehatan. Sisanya, sebanyak 836 pegawai merupakan formasi guru.
Untuk diketahui, selain mengusulkan ribuan formasi PPPK, kemarin Pemkab Kediri menggelar latsar untuk CPNS rekrutmen 2021 lalu. Total ada 78 peserta yang merupakan golongan III dan golongan II. Bupati Hanindhito Himawan Pramana yang kemarin membuka latsar langsung meminta masukan dari para pegawai yang belum lama menerima SK pengangkatan itu.
"Siapa yang mau mengeluarkan keluh kesah (kritik, Red) terkait pemerintahan di Kabupaten Kediri?” tanyanya membuka diri. Demi menerima masukan jujur dari para pegawai, dia mengaku siap memberi hadiah bagi peserta yang berani memberi masukan.
Mendapat tantangan dari bupati muda itu, para peserta langsung maju ke depan untuk bertanya. Salah satu peserta meminta agar ada monitor dan evaluasi terhadap kinerja mereka saat sudah menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Selanjutnya, peserta kedua meminta agar penggunaan anggaran tidak hanya mempertimbangkan banyaknya serapan. Melainkan menekankan kualitas. Yakni, penggunaan anggaran yang tepat sasaran.
Di depan bapak satu anak itu, ada pula peserta yang menanyakan tentang minimnya minat pelamar CPNS formasi dokter. Mereka diduga enggan mendaftar karena gaji CPNS yang sangat kecil.
Hal tersebut diakui oleh Emy Kusumaningsih, dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri. Gaji sebulan yang dia terima sebagai ASN sama dengan yang didapat dengan sekali praktik. Meski demikian, alumnus Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS) itu mengaku tak sekadar melihat materi.
"Kalau tidak ada dokter yang mau jadi ASN, terus siapa yang melayani masyarakat yang tidak mampu. Anggap saja ini sebagai cara saya beramal," terang perempuan berusia 38 tahun itu di depan sejumlah wartawan. Editor : Anwar Bahar Basalamah