Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri I Made Dwi Permana mengatakan, saluran air berukuran 60 x 60 sentimeter (cm) dengan kedalaman 60 cm. Target proyek adalah menambah pelebaran dan kedalaman menjadi 1 x 1 meter.
“Kedalaman aslinya dulu 60 sentimeter. Dengan proyek ini, kami tambah 40 sentimeter. Jadi total kedalamannya 1 meter,” jelas Made.
Pelebaran dan pendalaman saluran air tersebut ditargetkan selesai 13 Desember tahun ini. Pengerjaan drainase sepanjang 300 meter ini dilakukan di sebelah barat jalan. Ujungnya mulai depan SD Al- Irsyad sampai simpang tiga Lingkungan Tirtoudan, Kelurahan Kaliombo.
Pelebaran dan pendalaman tersebut dilakukan karena sungai di timur jalan tidak dapat menampung debit air saat hujan deras. Untuk pengerjaan proyek ini, dinas PUPR mematok anggaran Rp 820, 889 juta. Pekerjaan memakan hampir separo jalan. Bahkan, dari arah utara ada penutupan jalan. “Ya itu agar para pengendara dari arah sebaliknya masih bisa keluar,” paparnya.
Meski ada penutupan jalan, Imam Fauzi, 43, pedagang kaki lima (PKL) di Jl Tembus Kaiombo, mengaku, masih banyak yang menerobos. Kemacetan sering terjadi saat jam berangkat sekolah dan pulang kerja. “Masih banyak yang lewat sini dari arah utara. Mobil juga masih banyak yang lewat. Jadi sering macet,” jelas PKL yang mangkal di pinggir jalan tersebut.(c2/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah