Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Buka Lagi, Tambangan Sepi Penumpang

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:16 WIB
BEROPERASI LAGI: Perahu tambangandi Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri kembali buka setelah sempat tutup sejak Senin (17/10) lalu. Jasa yang diburu banyak pengendara roda dua setelah Jembatan Bandarngalim tutup itu masih sepi penumpang kemarin. (Foto: Wah
BEROPERASI LAGI: Perahu tambangandi Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri kembali buka setelah sempat tutup sejak Senin (17/10) lalu. Jasa yang diburu banyak pengendara roda dua setelah Jembatan Bandarngalim tutup itu masih sepi penumpang kemarin. (Foto: Wah
KABUPATEN, JP Radar Kediri–Setelah sempat menutup layanan karena air Sungai Brantas meluap, jasa penyeberangan perahu tambang atau tambangan di Kediri kembali buka. Beberapa hari beroperasi, pengelola mengeluhkan jumlah penumpang yang masih sedikit alias sepi.

Seperti diungkapkan oleh Sukaji, 62, pengelola tambangan di Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo. Dia mengaku sudah buka penyeberangan sejak Senin (24/10) lalu. “Buka lagi karena sungai juga sudah mulai surut,” kata pria tua itu ditemui kemarin siang.

Meski sudah beberapa hari membuka tambangan, menurutnya jumlah penumpang masih sedikit. Sebelumnya, dia bisa mendapat penumpang antara 50-100 orang dalam sehari. Tetapi, selama tiga hari terakhir, dia hanya mendapat 30-40 penumpang. Akibatnya, pendapatannya yang dalam sehari bisa mencapai Rp 200 ribu, sekarang susut separo.

Kondisi yang sepi itu membuat Sukaji menutup tambangan lebih awal. Jika biasanya dia baru tutup pukul 17.00, selama tiga hari terakhir dia sudah menutup tambangan pada pukul 16.00.

Lebih jauh Sukaji menuturkan, sebenarnya dia baru berencana membuka tambangan pada akhir minggu ini. Tetapi, dia memutuskan untuk membuka lebih awal karena memang sudah diizinkan.

Rupanya, tiga hari pembukaan pertama itu banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Akibatnya, hanya sedikit orang yang kembali menggunakan layanannya. “Sebenarnya, yang minta (tambangan buka, Red) juga warga sekitar. Yang mau kerja di sekitar Mrican, atau yang dari barat mau kerja di sekitar Gampengrejo sini,” papar Sukaji sembari menyebut warga enggan memutar dan menempuh jarak jauh.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kiran, 52. Pria asal Desa Ngablak, Banyakan itu tengah menunggu perahu tambangan Sukaji berjalan. Pria yang bekerja di Gurah tersebut mengaku sangat terbantu dengan jasa tambangan.

Pas tutup (tambangan), saya beberapa kali lewat bendungan. Biayanya lebih mahal dari tambangan,” urai pria yang mengaku kerepotan saat perahu tambangan tutup.

Untuk diketahui, meluapnya Sungai Brantas membuat seluruh jasa tambangan di Kota dan Kabupaten Kediri ditutup. Perahu tambang baru kembali buka pertengahan minggu ini setelah debit air menyusut secara bertahap.

Tak hanya tambangan di Desa Jongbiru, Gampengrejo, tambangan di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri juga kembali buka sejak Minggu (23/10) lalu. Sulton, 40, operator perahu asal Kecamatan Semen menyebut hingga kemarin baru ada satu tambangan yang buka. Adapun satu tambangan lain masih ditambatkan di pinggir sungai. “Yang beroperasi baru perahu yang menuju Mojo,” papar pria yang menjalankan perahu mulai pukul 06.00 hingga pukul 19.00.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hingga pukul 14.00 kemarin kondisi penyeberangan di Kelurahan Manisrenggo masih sepi. Biasanya ada puluhan pengendara yang harus antre di sisi barat dan timur. Adapun kemarin hanya ada beberapa motor yang cukup diangkut satu perahu.

Tentang kondisi tambangan yang sepi, Sulton menduga ada beberapa kemungkinan. Yakni, belum banyak pengendara yang tahu jika perahu tambangan buka lagi. Kemungkinan lainnya, warga masih takut menggunakan jasa perahu tambangan setelah air Sungai Brantas meluap.

Diakui Sulton, hingga kemarin debit air Sungai Brantas masih belum normal. “Saat hujan turun deras, gampang naiknya (air Sungai Brantas,” jelas Sulton berharap debit Sungai Brantas bisa kembali normal seperti sebelumnya agar pengendara tak takut.

Terpisah, Silvya Putri, siswa MTs Miftahul Falah mengaku senang dengan kembali beroperasinya perahu tambangan. Sebelumnya, gadis asal Mojo yang bersekolah di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri ini harus memutar dan menempuh jarak yang jauh. “Harus diantar bapak (karena memutar melewati Kota Kediri,” jelasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #seputar kediri #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #brantas kediri #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #sungai brantas #tambangan kediri #kediri lagi #tambangan #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news