Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jembatan Wijaya Kusuma Jadi Jalur Alternatif

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 29 September 2022 | 18:06 WIB
RAMAI: Lalu lintas kendaraan di Jembatan Wijaya Kusuma meningkat setelah penutupan Jembatan Bandarngalim Minggu (25/9) lalu. Jembatan yang menghubungkan Ngadiluwih dan Mojo itu jadi jalur alternatif warga di wilayah selatan. (Foto: Wahyu Adji)
RAMAI: Lalu lintas kendaraan di Jembatan Wijaya Kusuma meningkat setelah penutupan Jembatan Bandarngalim Minggu (25/9) lalu. Jembatan yang menghubungkan Ngadiluwih dan Mojo itu jadi jalur alternatif warga di wilayah selatan. (Foto: Wahyu Adji)
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Penutupan Jembatan Bandarngalim sejak Minggu (25/9) lalu membuat arus lalu lintas di Jembatan Wijaya Kusuma meningkat. Untuk mencegah kemacetan, warga berjaga secara bergantian di pertigaan Desa Ngadi, Kecamatan Mojo.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, arus lalu lintas di jembatan yang diresmikan pada 2018 lalu itu ramai pada pagi dan sore hari. Yakni, pada jam masuk sekolah dan jam pulang kantor.

Imam Ahmadi, 47, warga Desa Ngadi, Mojo mengungkapkan, Jembatan Wijaya Kusuma mulai ramai selepas Maghrib. Selain kendaraan roda dua, banyak kendaraan roda empat yang melewati jembatan penghubung Kecamatan Ngadiluwih-Kecamatan Mojo tersebut. “Tidak sepadat di Kelurahan Ngronggo, tapi setelah Maghrib di sini mulai ramai,” katanya.

Terpisah, Obet, 23, pemuda asal Desa/Kecamatan Mojo yang ditemui kemarin pagi menyebut arus lalu lintas di Jembatan Wijaya Kusuma ramai pada jam-jam tertentu. Pria yang berjaga pada sif pagi itu menyebut jembatan ramai dilewati orang saat jam berangkat sekolah.

Lebih jauh Obet menjelaskan, penutupan Jembatan Bandarngalim tidak dilengkapi dengan rambu-rambu di sekitar Wijaya Kusuma. Akibatnya, tidak sedikit pengendara yang bingung. Kondisi tersebut berbeda dengan penutupan Jembatan Ngadi yang dilengkapi rambu dalam jumlah banyak.

Sayang, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Joko Suwono belum bisa dikonfirmasi terkait pencegahan kepadatan lalu lintas akibat penutupan Jembatan Bandarngalim. Saat dihubungi melalui ponselnya, tidak diangkat. Pesan yang dikirim wartawan koran ini lewat WhatsApp juga tidak dibalas.

Sementara itu, hingga kemarin siang Jembatan Bandarngalim masih belum dibongkar. Sejumlah pekerja baru memasang penutup seng di sisi kanan dan kiri bagian barat serta timur jembatan.

Contractor Manager PT Bukaka Agus Sumarsono mengungkapkan, pembongkaran Jembatan Bandarngalim paling cepat baru akan dilakukan tadi malam. “Masih menunggu alat. Alatnya masih perjalanan dari Jakarta,” terang Agus.

Setidaknya ada dua alat berat yang akan digunakan untuk membongkar konstruksi jembatan. Yakni, satu unit breaker dan satu unit crane. Begitu dua alat itu siap, menurut Agus pekerja lapangan bisa langsung melakukan pembongkaran.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membongkar jembatan? Belajar pada proyek yang sama di Blitar, menurut Agus sedikitnya butuh waktu sekitar tiga bulan. Meski demikian, khusus untuk Kota Kediri mereka akan melakukan percepatan. Caranya, dengan menambah jumlah pekerja. “Yang di Blitar (pembongkaran jembatan, Red) lama karena kekurangan orang,” tandasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #seputar kediri #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #jembatan wijaya kusuma #berita kediri terkini #jalan alternatif #jembatan #kediri lagi #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news